BRO. KOTA BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau Sekolah Rakyat (SR) 3 Kemang di Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbakom) Kementerian Perhubungan, Kabupaten Bogor, Senin (2/11/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan anak-anak, khususnya yang berasal dari Bogor, mendapatkan akses pendidikan yang layak melalui program Sekolah Rakyat.
Dedie menyaksikan langsung aktivitas belajar para siswa dari balik pintu ruang kelas. Saat waktu istirahat, ia kemudian menyapa siswa dan guru serta berinteraksi dengan memberikan sejumlah pertanyaan seputar wawasan kebangsaan.
Didampingi Kepala SR 3, Siti Nurma Nugraha, Dedie juga meninjau ruang makan dan asrama siswa. Dalam kunjungan itu, ia turut bertemu para guru, wali asuh, dan wali asrama, yang sebagian di antaranya berasal dari Kota Bogor.
Sekolah Rakyat 3 Kemang merupakan sekolah rintisan gratis dengan konsep boarding school yang diselenggarakan Kementerian Sosial. Sekolah ini memanfaatkan fasilitas Pusbakom dan asrama Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan (PPSDMAP) Kementerian Perhubungan.
Berlokasi di Jalan Raya Kemang, Parung, Kabupaten Bogor, Sekolah Rakyat 3 Kemang membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, khususnya kelompok desil 1 dan 2, untuk memperoleh pendidikan.
Menurut Dedie, keberadaan Sekolah Rakyat tidak boleh dibatasi oleh batas wilayah administratif. Anak-anak dari Bogor harus mendapat kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.
“Kami memastikan bahwa siswa-siswi yang berasal dari daerah asalnya, terutama dari Bogor, bisa ikut dalam proses pendidikan yang dilaksanakan di Sekolah Rakyat 3 Kemang Bogor ini. Tentunya saya berharap anak-anak yang sekarang mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat ini bisa memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas yang dipinjamkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,” ujar Dedie.
Dalam pertemuan dengan para guru, wali asuh, wali asrama, pegawai, dan siswa, Dedie juga mengingatkan pentingnya menjaga seluruh fasilitas yang digunakan.
Ia menegaskan fasilitas tersebut dibangun dan dibiayai menggunakan uang rakyat sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan rakyat, terutama dalam mencerdaskan generasi bangsa.
“Karena kita semua memakai uang rakyat dan kita kembalikan untuk rakyat, maka kita juga harus menyadari betul uang rakyat yang kembali ke rakyat ini dimanfaatkan oleh rakyat untuk sebesar-besarnya, ke depan mencerdaskan kehidupan bangsa dan tentu saja nanti bisa memberdayakan mereka sebagai anak-anak Indonesia yang punya keunggulan di masing-masing bidang,” ungkapnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bogor juga tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan.
Lahan yang disediakan Pemkot Bogor saat ini masih dalam tahap pematangan. Setelah proses tersebut selesai, pembangunan sekolah akan dilanjutkan oleh pemerintah pusat pada awal 2027.
Sekolah Rakyat Rancamaya nantinya direncanakan memiliki kapasitas hingga ribuan siswa dari wilayah Bogor Raya. Sejumlah siswa yang saat ini masih menempati sekolah rintisan di berbagai lokasi juga akan dipindahkan ke sekolah tersebut.
“Pematangan lahan sampai dengan Desember bulan depan, kemudian di awal 2027 kita akan bangun di Rancamaya. Kapasitasnya bisa masing-masing 1.000 siswa. Nah, siswa yang dititipkan di Jasinga tentunya akan kita tarik. Sebelumnya juga kita titipkan di Inten Suweno. Akan masuk ke Sekolah Rakyat Rancamaya,” pungkasnya.
Editor : Adjet
