Berita UtamaBisnisBogorianNewsPolitika

5 Calon Bos PDJT Dinilai Tidak Layak . DPRD Kota Bogor Minta Lebih Baik Tidak Diloloskan Dan Pansel Jangan Gegabah. 

Ketua Komisi II. Rusli ; Calon Harus Ahli Bidang Transportasi Dalam Mengelola PDJT, Agar Ke Depannya Tidak Ada Masalah Lagi.

loading...

BRO. Sebanyak 5 orang calon pimpinan Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor, dinyatakan lolos seleksi administrasi selanjutnya akan mengikuti tahapan seleksi Uji Kelayakan Kepatutan (UKK).

Dalam proses seleksi Bos PDJT, yang dinilai harus mampu mengelola moda transportasi massal itu, mendapat pantauan dan sorotan tajam para wakil rakyat di komisi II DPRD Kota Bogor. Bahkan pandangan ketidakpatutan ke lima calon pimpinan PDJT, mulai disuarakan Komisi II DPRD Kota Bogor.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor. Rusli Prihatevy secara terang-terangan menyatakan ke lima calon yang akan diseleksi Uji Kelayakan Kepatutan (UKK) dinilai tidak ada yang memiliki kelayakan untuk memimpin PDJT kedepannya. Karena tidak calon direksi yang memiliki latar belakang ahli dalam bidang transportasi.

Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan flag off Soft Launching layanan Biskita Trans Pakuan di Balai Kota Bogor. Selasa (2/11).Foto.net.SiBro

“Perlu digaris bawahi dalam menetapkan ini (Dirut PDJT, red) kiranya harus mempunyai dasar atas latar belakang bidang trasportasi, ini paling penting. Apabila tidak ada yang memiliki dasar itu, Pansel harus mangkaji ulang dan tidak gegabah dalam memutuskan,”tegas Rusli, Minggu (14/11).

Menurutnya seorang calon harus ahli bidang transportasi dalam mengelola PDJT, sehingga ke depannya tidak ada lagi masalah-masalah yang muncul dalam pengelolaan perusahaan daerah pelat merah ini.

Berbagai kebijakan dalam pengelolaan bus Transpakuan, Rusli mendambakan pengelolaannya diserahkan dengan seorang pemimpin yang mengerti moda transportasi.

Baca Juga  : Kota Bogor Dikepung Bencana, Ketua DPRD Atang Trisnanto Minta Pemkot Bunyikan Alarm Siaga Bencana. Ini Alasannya

“Karena jelas PDJT hari ini tidak punya keuangan yang sehat jadi perlu nakhoda yang handal dan konsen. Direksi nanti adalah mengembalikan marwah PDJT sebagai BUMD Kota Bogor, selain memberikan kontribusi tentunya menghadirkan pelayanan yang ramah dan nyaman bagi warga,” pinta Rusli.

Dengan kondisi figur ke lima calon saat ini semakin tergambarkan , Rusli yang juga ketua Golkar Kota Bogor menegaskan sebaiknya para peserta ini jangan ada yang diloloskan. Sehingga nantinya bisa dibuka lagi proses seleksi dengan mencari calon bos Transpakuan (PDJT) yang lebih kompeten,” pungkasnya.

Baca Juga   : Raibnya Puluhan BPKB Kendaraan , DPRD Kota Bogor Tuding Bobroknya PDJT Kota Bogor

Sekedar informasi, Moda transportasi massal milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, di tahun 2017 sudah memperlihatkan tanda-tanda sekarat menuju kebangkrutannya, setelah Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) selaku pengelola bus Transpakuan menghentikan sementara operasional bus. Kebijakan tersebut diambil lantaran BUMD ini terus merugi. Bahkan sudah empat bulan gaji karyawan tidak dibayarkan.

Kini PDJT bersama Pemerintah Kota Bogor awal November 2021 ini, resmi meluncurkan 10 armada BISKITA TransPakuan sebagai moda transportasi massal dengan konsep Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bogor.

Bahkan Kota Bogor terpilih sebagai pilot project penerima subsidi dengan skema Buy The Service. Karena dinilai Kota Bogor memiliki komitmen dalam melakukan pembenahan transportasi perkotaan di wilayahnya yang mendapat dukungan pula dari legislatif. (Adv/Humpropub)

Editor : Azwar Lazuardy

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close