Berita Utama

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Sejumlah Jalur Perbatasan Bogor Ini Dijaga Ketat

loading...

BRO, Guna mengantisipasi adanya lonjakan aktifitas mudik Lebaran 1441 hijriah, Polres Bogor mulai memperketat penjagaan di sejumlah titik wilayah perbatasan Kabupaten Bogor.

“Langkah preventif dengan melakukan pengetatan ini telah dilakukan di semua perbatasan Kabupaten Bogor dengan daerah lain, dan akan terus memperketat,” papar Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy kepada wartawan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (21/05/2020).

Lebih lanjut ia menjabarkan tentang sejumlah lokasi yang penjagaan diperketat seperti Jalan Raya Puncak Bogor yang berbatasan dengan Kabupaten Cianjur. Lalu, Jalan Raya Cigombong dan Leuwiliang yang berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi. Serta, Jalan Raya Jasinga yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak.

Baca Juga : Polda Jatim Paksa 6.664 Kendaraan Pemudik Putar Arah Lagi

Tak hanya itu di Jalan Raya Jakarta Bogor dan Parung yang berbatasan dengan Kota Depok, kemudian Jalan Raya Gunung Sindur dan Parung Panjang yang berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan. Begitupula di wilayah Kabupaten Bogor bagian Timur yaitu Jalan Raya Jonggol, Gunung Putri dan Cileungsi yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi.

Selanjutnya, Jalan Raya Tanjungsari berbatasan dengan Cianjur dan Purwakarta, serta Jalan Raya Cariu berbatasan dengan Karawang. “Titik-titik itu yang akan difokuskan, untuk meminimalisir pergerakan masyarakat yang nekat akan mudik di pandemi covid-19,”katanya.

Sementara itu, Pemkab Bogor juga telah melakukan upaya pengetatan terhadap angkutan mudik lebaran yang melintas untuk memutar balik saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan di Kabupaten Bogor.

“Kita juga mengetatkan arus mudik, bagi pemudik yang mau masuk ke Bogor disuruh putar balik. Tidak ada alasan bagi mereka masuk ke wilayah kita,” jelas Bupati Bogor Ade Yasin.

Baca Juga : Bupati Bogor : Ada Satu Penumpang KRL di Stasiun Bojonggede Reaktif Corona

Ia juga menjelaskan selama PSBB yang bertujuan untuk memutus mata rantai wabah covid-19 ini, hanya angkutan logistik dan kendaraan pengangkut sejumlah kebutuhan pokok yang diizinkan masuk ke ruas jalan Kabupaten Bogor.

“Hanya yang tertentu saja seperti (angkutan) pangan dan lain-lain yang merupakan kebutuhan pokok yang boleh masuk, jadi kita lakukan pengetatan. Dengan putar balik sudah cukup mengurangi arus yang masuk ke wilayah Kabupaten Bogor,” terang Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu.

Penulis : Redaksi Si Bro
Editor : Hari YD

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close