Berita UtamaNews

Berkedok Yayasan Bodong , Polres Bogor Selamatkan 5 Orang Ibu Hamil dan Seorang Anak Korban Perdagangan Orang  

BRO. CIBINONG – Berkedok  sebuah  Yayasan  fiktif  “Ayah Sejuta Anak”,  pelaku  berinisial SH,  ternyata mampu   menebar  aksi  Perdagangan Orang dengan  menjaring  mangsanya  para ibu hamil tanpa suami sebagai  korban  dalam kasus tindak pidana perdagangan orang  ( TPPO) yang  diungkap  Polres Bogor .

Bermodal  bujuk rayu, pelaku SH, mampu  memperdayai  5t orang  Ibu hamil tanpa suami ini, seakan  hadir bagaikan dewa  penolong  yang  siap  membantu  proses   persalinan dan biaya  termasuk mencarikan  orang tua asuh yang ingin mengadopsi  si Jabang bayi melalui yayasan fiktifnya  yang dipromosikan  pelaku melalui media sosial secara intens.

Bagi sebagian ibu hamil tanpa suami, tawaran pelaku SH menjadi solusi  jalan pintas  melahirkan tanpa biaya serta mendapat  uang adopsi  usai persalinan sekaligus  menutupi aib hamil tanpa suami.

Singkat cerita, modus  kasus tindak pidana perdagangan orang  yang  dilakukan pelaku  SH, harus berakhir dijeruji  besi  Rumah  tahanan di Polres  Bogor.

“Kasus Pidana  perdagangan orang   berhasil  diungkap  setelah   Sat Reskim Polres Bogor  melakukan penyelidikan  adanya laporan masyarakat  soal  dugaan perdagangan anak di wilayah Ciseeng,  Kabupaten Bogor,”ungkap  Kapolres Bogor AKBP Dr. Iman Imanuddin S.H.,S.I.K., M.H,  dalam konferensi pers , di Mapolres  Bogor,  Cibinong Bogor,  Rabu (28/9).

Dari pengungkapan kasus  perdagangan orang , Polres Bogor,  kata AKBP . Iman Imanuddin berhasil menyelamatkan 5  orang  ibu hamil yang tengah  menunggu persalinan  dari tempat penampungan mereka .

Baca Juga    :Lebih Berat Dari Tuntutan Jaksa , Bupati Bogor Non Aktif Ade Yasin, Divonis 4 Tahun Penjara

“ Ke lima  ibu hamil  yang  jadi korban  pelaku , sudah diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Bogor,  untuk mendapat perlindungan dan penanganan persalinan  sampai dengan  yang bersangkutan melahirkan anaknya,” ujarnya

Selain  menyelamatkan  ke lima ibu hamil  dari  korban  perdagangan  anak , Kapolres Bogor juga mengakui  pihaknya juga  berhasil menyelamatkan  seorang  bocah yang  terlanjur di jual  pelaku  secara illegal (perdagangan anak )  ke daerah Lampung .

“Anak yang di jual pelaku , kami  selamatkan dan  sudah kami serahkan  ke Dinas Sosial Kabupaten Bogor,”katanya

Baca Juga    : Viral Aksi Penyerangan, Polsek Parung Bertindak Cepat Tangkap Genk Remaja Konvoi Acungkan Clurit

Dalam perdagangan anak dengan cara adopsi Ilegal , pelaku SH  tak  segan –segan mematok  harga Rp 15 juta untuk setiap anak yang ingin diadopsi.

Akibat perbuatan  pidana  kasus  tindak pidana perdagangan orang , pelaku SH bakal dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 83 junto pasal 76 huruf F, Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perubahan anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal 3 miliar rupiah.

“ Dalam kasus perdagangan orang,  Polres Bogor  terus  melakukan pengembangan  karena patut diduga  pelaku  bagian dari jaringan sindikat yang selalu mengincar  keberadaan anak terlantar termasuk  di pelosok  kampung  serta   modus  baru  menjaring  korbannya ibu-ibu hamil tanpa suami,” pungkas Iman

Penulis  : Rajiv
Editor   :  Adjet

Show More

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button