Berita UtamaBisnisBogorianPolitika

DPRD Kota Bogor Siapkan Raperda Lindungi Warga dari Jeratan Pinjol, Rentenir dan Bangke

 Seorang Warga Terpaksa harus Kehilangan Rumah Bahkan Bercerai Akibat Terbelit Hutang Pinjaman Online (Pinjol) . ” Pinjam Rp.1 juta dan harus Dikembalikan Plus Bunga Rp.10 juta,” kata Endah Purwanti

BRO. Banyaknya aduan masyarakat yang jadi korban pemerasan dan ancaman akibat terlilit pinjaman Online (pinjol) ilegal, DPRD Kota Bogor tengah menggodok rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Perlindungan Masyarakat terhadap jeratan Pinjol.

Selain korban Pinjol, Inisiasi Raperda DPRD kota Bogor juga melindungi masyarakat akibat keganasan Rentenir maupun Bank Keliling (bangke) termasuk adanya koperasi liar yang kegiatan usaha simpan pinjam ilegal yang korbanya masyarakat berpenghasilan minim agar bisa bertahan hidup ditengah masa pandemi  yang belum berakhir.

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Bogor, Endah Puwanti, mengatakan tengah siapkan Raperda terkait perlindungan warga dari korban pinjol. Foto : Humpropub/SiBro

” Banyaknya aduan masyarakat yang diterima, DPRD Kota Bogor berinisiasi merancang sebuah peraturan daerah (Raperda) terkait bagaimana masyarakat Kota Bogor, mendapat kepastian perlindungan dari pinjaman online, renternir dan bangke serta koperasi ilegal,”ungkap Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor, Endah Puwanti, Selasa (17/5).

Endah juga menceritakan dirinya mendapat keluhan seorang warga terpedaya meminjam Rp.1 juta dari salah satu perusahaan Pinjol Ilegal. Singkat cerita, peminjam itu harus mengembalikan uang dengan bunga pinjaman sebesar Rp.10 juta. Bahkan bunga pinjamannya Rp.300 ribu harus dibayar setiap minggu.

“Dampak yang dirasa warga akibat korban Pinjol, diantaranya kehilangan rumah bahkan ada satu keluaga yang harus bercerai akibat terlilit Pinjol,” ujar Endah.

Masyarakat korban Pinjol, tentu menjadi keprihatinan kita semua termasuk para wakil rakyat di DPRD Kota Bogor. Salah satunya tengah menyiapkan  Raperda Kota Bogor terkait adanya kepastian perlindungan masyarakat dari hal -hal dampak negatif seperti Pinjol dan jeratan Rentenir.

” Jadi, arahnya Raperda ini bagaimana masyarakat terlindungi dari jeratan Pinjol Ilegal dan Rentenir,” pungkas Endah.

Untuk diketahui, DPRD Kota Bogor dalam rapat Paripurna pembukaan masa sidang ketiga tahun sidang 2022, yang digelar pada 10 Mei 2022 lalu, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin telah menyampaikan ada tiga Raperda yang segera dibahas pada masa sidang ketiga DPRD Kota Bogor.

Ketiga Raperda itu, adalah Raperda Kota Bogor Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021, Raperda Tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah Tirta Pakuan Kota Bogor dan Raperda Tentang Perlindungan Masyarakat dari Dampak Pinjaman Online, Bank Keliling, Koperasi Liar dan Rentenir.

” Dari ketiga Raperda yang akan dibahas DPRD Kota Bogor pada masa sidang ketiga, ya salah satunya Raperda tentang Perlindungan Masyarakat dari Dampak Pinjaman Online, Bank Keliling, Koperasi Liar dan Rentenir,” kata Jenal Mutaqin

Editor : Adjet

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close