Berita UtamaBogorianNews

Ini Penjelasan RSUD Kota Bogor Terkait Temuan Komisi II DPRD kota Bogor.

Humas RSUD Dr.Utami : Pembangunan Blok 3 Fasilitas Ruang Rawat Inap, Diharapkan Bisa Menjawab Kebutuhan Akan Ruang Rawat Inap Bagi Pasien RSUD Kota Bogor.

loading...

BRO. RSUD Kota Bogor senantiasa memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal diantaranya dengan menerapkan sistem pendaftaran berbasis teknologi (SIM RS) dan diharapkan bisa menjadi solusi terhadap kepadatan antrian pasien rawat jalan yang kian meningkat.

“Sistem ini sebagai upaya RSUD mengatasi antrian pasien menjadi lebih baik lagi terutama Pasien poli rawat jalan RSUD. Sistem pendaftraan berbasis teknologi ini diberlakukan awal Februari 2022 nanti,” jelas Kasi Humas RSUD Kota Bogor. Dr.Utami Sulistyaningsih.M.Kes dalam press realase yang diterima redaksi bogornetwork.com, Sabtu.(18/12), menanggapi adanya temuan komisi II DPRD Kota Boogor ketika sambangi RSUD setempat.

Berdasarkan data, diakuinya pasien poli rawat jalan RSUD sebelum rujukan berjenjang tercatat 1200 per harinya. Namun sebelum pandemi angka kunjungan RSUD kota Bogor tercatat 850 pasien per harinya dan saat ini angka kujungan berkisar di 500 hingga 600 pasien per harinya.

Menyinggung kurangnya tenaga pelayanan di tempat pendaftaran, pihak RSUD Kota Bogor sebenarnya sudah menempatkan Satpam yang sudah dilatih untuk bisa membantu pasien terkait pengisian formulir pendaftaran seperti juga yang dilakukan oleh Bank sebagai upaya efektifitas dan efesiensi SDM.

“Saat itu, memang Satpam sedang membantu mengantar pasien rawat inap ke dalam. Tapi ini menjadi masukan yang berharga untuk RSUD,” ujarnya.

Dijelaskan Dr.Utami , pembangunan Blok 3 pengembangan fasilitas ruang rawat inap, diharapkan bisa menjawab kebutuhan akan ruang rawat inap bagi pasien RSUD Kota Bogor.

“Pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bogor, tidak hanya melayani warga masyarakat Kota Bogor tetapi juga masyarakat Kabupaten Bogor,”katanya

Alasannya, dengan semakin canggihnya peralatan pemeriksaan kesehatan yang dimiliki RSUD Kota Bogor, sehingga dampak langsung terhadap meningkatnya jumlah pasien rawat inap yang berasal dari rujukan rumah sakit tipe C dari kota Bogor dan sekitarnya.

Dr.Utami juga menjelaskan memang ada masyarakat yang tidak mendapat tempat tidur, namun jumlahnya tidak banyak. “Kecuali untuk kamar rawat inap ICU memang saat ini jumlahnya terbatas di RSUD. Kami ingin meningkatkan kapasitas ICU dan rawat inap non ICU, tapi terkendala lahan RSUD yang terbatas,”pungkasnya.

Untuk diketahui, RSUD Kota Bogor saat ini memiliki peralatan kesehatan semakin canggih, dengan menambah 3 alat kesehatan baru yang dinilai mampu mendeteksi 4 penyakit mematikan seperti serangan jantung, penyakit kardiovaskular, stroke, dan kanker.

Ketiga alat kesehatan baru yang dimiliki RSUD Kota Bogor yaitu MRI 3 Tesla, CT Scan 128 slice dan ESWL.

Bahkan Wali Kota Bogor. Bima Arya juga memberi apresiasi kepada RSUD Kota Bogor atas penambahan 3 alat kesehatan penditeksi penyakit mematikan.(red.13/11 bogornetwork.com)

Editor : Azwar Lazuardy

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close