Berita UtamaBisnisBogorianKomunitasNewsPolitika

Gawat. Kasus Positif Covid-19, Kota Bogor Meningkat 15 Persen.

Walikota Bima Arya ; Klaster Perkantoran , Saat Ini Sangat Berbahaya Penyebaran Covid-19 Di Kota Bogor

loading...

BRO. Kasus pasien terkonfirmasi Positif Covid-19, di Kota Bogor, setiap harinya terus bertambah. Bahkan meningkat 15 persen kasus Positif dibandingkan minggu lalu.

Data Satuan Tugas (Satgas) Corona Kota Bogor, menyebutkan  jumlah kasus positif mencapai 1.387 orang dengan rincian masih sakit sebanyak 395 orang, selesai 941 orang dan meninggal dunia 51 orang.

” Hari ini (Senin.red) , bertambah 28 orang  Positif Covid-19.  Adanya lonjakan kasus Positif, dipastikan Kota Bogor,  masih tetap berada di zona merah atau beresiko tinggi penyebaran Virus Corona ,” Jelas Walikota Bima Arya dalam keterangan persnya .Senin (5/10).

Baca Juga :Zona Merah Covid-19 , Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) Kota Bogor Di Perpanjang

Menurutnya, lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor,  akibat adanya klaster-klaster yang dinilai sebagai  sumber penyebaran Virus Corona.

Beginilah cara edukasi cegah Covid-19 yang dilakukan Walikota Bima Arya bersama Wakilnya Dedie membuat video ” Goyang AKB”, sempat viral di medsos. Foto ; Bima Arya /Youtube)

” Ya, sebagian besar kasus positif Covid-19,  berasal dari klaster keluarga. Bahkan ada data penting, 32 persen kasus positif dari klaster keluarga ternyata penyebaran virusnya ,  dari tempat kerja atau perkantoran,” ungkap Bima.

Data menyebutkan dari 179 kasus positif ini, 118 diantaranya berasal dari klaster keluarga.

Bima Arya juga,  secara rinci menyebutkan 32 persen klaster keluarga  terpapar di perkantoran. Kemudian 29 persen terpapar dari fasilitas kesehatan. Bahkan ada yang  terpapar Positif berasal dari klaster Jakarta dan luar kota dengan tingkatan penyebarannya 19 persen.

Baca Juga :600 Petugas Gabungan Disiagakan, Perketat Warga Jakarta Berlibur Ke Puncak Bogor

Selebihnya terpapar positif Covid-19 dari acara keluarga 4 persen, Transmisi lokal atau dari pemukiman hanya 7 persen , Transportasi 2 persen. Sedangkan terpapar dari pusat perbelanjaan modern (Mall) .  sementara klaster  kantin dan minimarket 3 persen.

” Dari data itu, ada indikasi kuat , klaster perkantoran , saat ini paling berbahaya dalam penyebaran Civid-19 di Kota Bogor,” ungkapnya.

Dengan demikian, Bima berkesimpulan  adanya lonjakan kasus positif Covid-19 di kota Bogor, pertama dari klaster keluarga kemudian  penyebarannya dari klaster perkantoran.

” Bila kita bedah lagi , komposisi klaster keluarga terbesar adalah di tempat kerja dan luar kota,” pungkasnya

Penulis : Iduy.YD
Editor : Azwar Lazuardy

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close