Berita UtamaNews
Trending

Lima Kepala Daerah Bodebek Kembali Desak Kemenhub Hentikan Operasional KRL

loading...

BRO. Menyusul ditemukannya tiga penumpang positif terpapar Corona Virus Disease (Covid-19), lima kepala daerah penyangga ibukota di Jawa Barat yakni Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) kembali mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera menghentikan sementara operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.

Hal itu terungkap dalam rapat kordinasi lima kepala daerah yang digelar secara virtual berupa Video Conference pada Selasa (05/05/2020) menyikapi temuan 3 dari 325 penumpang KRL Commuterline relasi Bogor-Jakarta dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani swab test massal di Stasiun Bogor pekan lalu.

Dalam rakor virtual tersebut terlihat Wali Kota Bogor Bima Arya, Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin, Wali Kota Depok Mohammad Idris, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan sejumlah perwakilan pejabat Pemkab Bekasi.

“Semua sepakat untuk mengirimkan surat segera. Ini tinggal tujuh hari lagi menjelang akhir PSBB kedua, jadi harus cepat. Fokus pembahasannya isu KRL. Ada banyak rekomendasi hasil diskusi tadi, tapi kami kerucutkan menjadi dua opsi kepada Kemenhub,” ungkap Bima.

Ia menjelaskan, 5 kepala daerah ini sepakat meminta Kemenhub untuk menghentikan layanan Commuterline dan berkoordinasi untuk mewajibkan perusahaan pengecualian PSBB yang masih beroperasi agar menyediakan layanan transportasi antar jemput bagi karyawannya.

“Opsi kedua, apabila kebijakan itu tidak diambil oleh pemerintah pusat, maka kita meminta agar diterapkan aturan yang ketat. Contohnya seperti yang para kepala daerah sampaikan, pertama adalah penambahan gerbong, pengaturan kembali jam operasional misalnya ditambah lagi jamnya, tetap ada layanan transportasi lain (jemputan perusahaan) bagi karyawan dan ada seleksi yang lebih ketat bagi orang-orang yang akan masuk stasiun, misalnya dengan menunjukan surat tugas dari perusahaan. Jadi, kalau yang cuma ingin sekedar main tidak bisa,” jelasnya.

Selanjutnya, draft tersebut akan disusun menjadi surat rekomendasi dan ditandatangani lima kepala daerah. “Besok akan kami kirim ke pusat. Kami juga akan lampirkan hasil tes swab di Stasiun Bogor (tiga penumpang positif) dan tes swab di stasiun yang ada di Bekasi sebagai bahan menentukan kebijakan,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi Si Bro
Editor : Hari Y

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close