Berita UtamaBisnisBogorianNews

Proyek ”Double Track” PT KAI, Ancam Keberlangsungan Pipa Transmisi PDAM Kota Bogor

loading...

BRO . Pengerjaan proyek ”double track” Bogor-Sukabumi PT.KAI, menjadi ancaman tehadap kebocoran pipa transmisi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, di jalur Intake Ciherang Pondok-IPA Dekeng, Bogor Selatan , setelah pipa transmisi jebol dihantam eskavator proyek double track. Akibatnya 35 ribu pelanggan PDAM menderita krisis air bersih beberapa hari.

“”Pengerjaan perbaikan kebocoran pipa tersebut dipastikan sudah rampung, namun normalisasi harus menunggu satu hingga dua hari ke depan,” ungkap Direktur Utama  PDAM  Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan ketika meninjau perbaikan pipa transmisi air baku 1.000 milimeter (mm), di jalur Intake Ciherang Pondok-IPA Dekeng, bersama jajaran direksi lainnya, Selasa (20/7)

Namun demikian, Rino Indira, mengkhawatirkan masih ada 400 meter pipa yang dikhawatirkan terganggu dengan pengerjaan proyek double track Bogor-Sukabumi.

Jebolnya Pipa transmisi PDAM Kota Bogor mash dalam tahap perbaikan .Foto :dok PDAM Kota Bogor.

“Bocornya pipa transmisi berawal adanya pengerjaan eskavator proyek double track. Timbunan material batu menimpa air valve yang berfungsi untuk mengeluarkan angin di dalam punggungan pipa, akibatnya batang pipa pun patah kemudian air menyembur deras,”jelasnya

Berdasarkan kajian teknis, hantaman matrial  terkena sambungan ke pipa dan  patah. Kemudian kami lakukan dua skema rencana perbaikan dan diambil yang tercepat. Selanjutnya kata Rino didampingi Direktur Teknik (Dirtek) Ardani Yusuf dan Direktur Umum (Dirum) Rivelino Rizky , pihaknya membuat klem sedel yang dimodifikasi, pembuatan sekitar enam sampai delapan jam.

“Ada tambahan alternatif di cor pinggiran pipanya. Pengecoran diperkirakan empat hingga enam jam beton sudah padat dengan spesifikasi beton yang biasa dipakai untuk pembuatan jalan tol,” ujar Rino.

Sementara perbaikan pipa transmisi mengalami hambatan karena hujan dan ada bagian pipa yang harus dipotong. Direncanakan  Selasa (20/7) pukul 00.00 WIB  selesai, tetapi mundur sampai pukul 05.00 WIB. Kemudian  pukul 07.00 WIB,  air sudah bisa dialirkan ke WTP Dekeng. Sudah mengalir 1.200 liter per detik

Saat pipa dalam perbaikan, Senin (19/7) lalu  , pengaliran air Kota Bogor lumpuh, alias mati .Ribuan pelanggan pun  terdampak tidak mendapat aliran  air bersih, ditengah masyarakat menjalani PPKM darurat dan menjelang Lebaran Idul Adha.

“Kami sekeluarga terpaksa membeli air galon untuk mandi dan kebutuhan lainnya di malam lebaran. Bahkan Wudhu pun menggunakan air galon,”keluh Hari Acong warga kebon Pedes Tanah Sareal Kota Bogor, Selasa (20/7)

Semburan air dari Pipa Transmisi PDAM Kota Bogor, akibat dihantam Proyek Rel Ganda PT.KAI ,Minggu (18/7).Foto : dok.SiBro

Meski demikian pihak PDAM Kota Bogor telah siapkan 27 mobil tangki. Dengan kapasitas satu mobil empat hingga lima meter kubik. Namun sangat disayangkan pendistribusiannya tidak merata hingga ke lapisan masyarakat perkampungan yang juga pelanggan air bersih PDAM Kota Bogor.

” Permintaan air,terlalu banyak,  kami tidak bisa melayani semua karena keterbatasan armada. Ya, kami rencanakan sore ini bisa finishing dan besok akan digarap ke daerah kecil pengaliran airnya, saat ini pipa besar sudah mengalir. Prediksi kami satu sampai dua hari ke depan normal,””jelas Rino

Disamping itu, sebagai langkah antisipasi sebenarnya tiga tahun lalu agar tidak terjadi hal ini. Sebab kata Rino, ini tanah PT KAI dan awalnya pihak Tirta Pakuan harus merelokasi dengan konsekuensi stop produksi selama tiga bulan.

“Akhirnya pihak PT KAI menggeser jalur atau mengubah desainnya,” terangnya.

Kedepannya ada 400 meter yang rawan jebol terdampak proyek double track, pihaknya Kata Rino Indira , akan berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana untuk dilakukan penguatan. Total sekitar 1,6 kilometer pipa Perumda Tirta Pakuan yang bersinggungan atau kritis dengan proyek double track.

“Saat ini kita masih berfikir bagaimana air mengalir, untuk berhitung penggantian dari pihak kontraktor pelaksana double track, belum dihitung. Dampak sosial yang paling terasa , 70 pelanggan mengamuk. ,” pungkasnya.

Editor : Azwar Lazuardy

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close