Berita UtamaBisnisBogorianNewsNusaraya

Terkait Izin Usaha Dicabut, Bima Arya Blacklist Investor Holywings dan Kroninya di Kota Bogor.

Beredar Isu, pasca dicabutnya Izin Usaha Holywings Bogor,  ada pengusaha  tengah kasak-kusuk berencana mengajukan izin untuk membuka kembali usaha tersebut dengan berganti nama.

BRO. KOTA BOGOR – Gegara pelanggaran berat yang dilakukan Cafe Holywings Bogor, Wali Kota Bogor Bima Arya secara tegas memberikan catatan hitam atau memblacklist investor Holywings Indonesia termasuk kroninya yang berusaha membuka usaha tempat hiburan dan Resto di Kota Bogor.

“Sebagai Wali kota, saya berhak untuk memblacklist pengusaha seperti Holyewings. Bila orang-orang ini mengajukan lagi izin meski dengan nama berbeda, Pemkot Bogor tidak akan memberikan izin,” tegas Bima Arya kepada awak media sebelum keberangkatannya menunaikan Ibadah Haji, di Rumah dinasnya, Jum’at (1/7/2022).

Sementara Beredar Isu, pasca dicabutnya Izin Usaha Holywings Bogor, ada pengusaha yang tengah kasak-kusuk berencana mengajukan izin untuk membuka kembali usaha tersebut dengan berganti nama. Namun dikhawatirkan Bos besarnya masih terkait dengan Holywings Indonesia.

Baca Juga   :Langgar Perda Cabut Izin Usaha, Bima Arya Pastikan Holywings Tidak Ada di Kota Bogor

Menyikapi hal tersebut, Bima berjanji sebagai Wali Kota Bogor akan memeriksa dan mengecek pengusaha dan siapa saja yang mengajukan dan mendaftarkan izin usaha di Kota Bogor.

Bahkan Bima memastikan jika yang mengajukan orang kroni-kroni Holywings, dipastikan Pemkot Bogor tidak akan memberikan Izin.

Baca Juga   :Ini Fakta Dugaan Penistaan Agama dan Pelanggaran Cafe Holywings Bogor Berkedok Resto ??

“Tindakan itu bukan untuk menghalangi investor untuk usaha di Kota Bogor. Tapi ini sikap Pemkot Bogor untuk menjamin Investasi tidak berdampak keburukan atau memberikan mudarat,” ujarnya

“Jadi sekali lagi saya tegaskan ini bukan pengajuan biasa.Sebab sebelumnya mereka melakukan pelanggaran berat dan telah memberikan catatan hitam buat mereka,”tambah Bima

Bahkan Bima Arya pun menyindir pihak owner, pemilik modal, endouser, artis, selebritis dan semua beking Holywings yang seharusnya berfikir panjang ketika melakukan pelangaran-pelanggaran.

Baca Juga    :Temukan Ratusan MIRAS di Gudang , Wali Kota Bima Arya Langsung Segel Resto Elvis Holywings Bogor

“Apa mereka berfikir pelanggaran yang dilakukannya itu berdampak terhadap tenaga kerja. Padahal ketika pelanggaran dilakukan akan berujung pencabutan izin usaha dan kegiatan operasionalnya,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkot Bogor berupaya untuk mencari permasalahan terkait karyawan pasca penutupan Resto Elvis yang sebelumnya Holywings Bogor.

Penyegelan Cafe Holywings berkedok Resto di jalan pajajaran Bogor .jual Miras dan Dugaan penistaan Agama . Sabtu (25/6) Foto ;’ De’e disgn.SiBro

“Pemkot Bogor akan berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait nasib karyawan untuk bisa disalurkan ke tempat lain,” ujar Bima.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto bersama Kapolresta Bogor Kota Kombes (Pol) Susatyo mendukung dan mengapreasiasi langkah tegas Pemkot Bogor untuk menyegel dan mencabut izin Elvis Cafe.

“Langkah tegas Walikota dan Pemkot yang sudah melakukan penyegelan dan penindakan atas pelanggaran yang dilakukan Holywings sudah tepat dan kami sangat mendukungnya ,” Ungkap Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto. Jum’at (1/7).

Bahkan Kapolresta Bogor Kota Kombes (Pol) Susatyo mengaku geram atas pelanggaran yang dilakukan Holywings.

Untuk itu, Kapolresta  bersama Ketua DPRD Kota Bogor, mendorong Pemkot Bogor segera menutup permanen dan membekukan semua perizinan usaha dan operasional Holywings yang berkedok ganti nama Resto Elvis Bogor.

“Tidak ada dispensasi bagi penjual minol dan melanggar peraturan yang berlaku di Kota Bogor,” tegas Atang.

Atang juga mempertanyakan tagline “Ramah keluarga” dengan menjual Miras ?

“Ini salah besar pihak Holywings atau Elvis Cafe mengusung tagline “Ramah Keluarga”. Sebab jelas-jelas mereka jual minuman beralkohol,”pungkasnya.

Editor : Adjet

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close