Berita UtamaBogorianNews

Vonis Hakim Janggal, Kuasa Hukum Sembilan Bintang Langsung Banding dan Adukan Majelis Hakim PN Cibinong ke Mahkamah Agung

BRO. CIBINONG- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong Kelas 1A, menjatuhi hukuman masing-masing satu bulan penjara terhadap terdakwa DS dan ES dalam perkara dugaan tindak pidana memasuki pekarangan orang tanpa izin sebagaimana didalam Pasal 167 ayat (1) KUHP.  Sedangkan 3 terdakwa lainnya W, IL dan MMS ,divonis 2 bulan penjara, Kamis (8/12)

Atas putusan PN Cibinong,Tim Kuasa Hukum para terdakwa dari kantor Hukum Sembilan Bintang Law Office, pada saat itu juga langsung menyatakan upaya hukum banding.

“Tim Kuasa hukum memandang putusan hari ini terdapat kejanggalan-kejanggalan dalam pertimbangan majelis hakim PN Cibinong dalam memutus perkara ini.Ironisnya, majelis hakim.tidak mempertimbangkan hal-hal lainnya yang menurut fakta persidangan sangatkah substansial.”ungkap Rd. Anggi Triana Ismail.SH sebagai Ketua Tim kuasa hukum para terdakwa, kamis (8/12).

Tim kuasa hukum dari Sembilan Bintang Law Office, damping 5 terdakwa di PN Cibinong, Kamis (8/12) Foto :dok 9 Bntang.

Dari dasar itu, jelas Rd. Anggi, selain lakukan upaya hukum banding. kuasa hukum dari Sembilan Bintang Law Office, akan mengadukan majelis hakim PN cibinong, Amran S Herman SH,MH yang menangani perkara pidana No. 291/Pid.B/2022/PN.Cbi, ke Pengawas Kehakiman Mahkamah Agung RI.

Baca Juga   :Lima Warga Cijeruk Jadi Terdakwa, Sembilan Bintang : Kasus Tidak Layak Disidangkan

“kita pun melakukan upaya hukum gugatan diruang lain guna memastikan kepemilikan yang sah, hal itu berdasarkan register perkara perdata Nomor 381/Pdt.G/2022 di PN Cibinong,”tegas, Anggi.

Dijelaskannya, Kasus ini berawal kliennya DS warga Kampung Palasari RT.04 RW.06,Desa Palasari Cijeruk, Kabupaten Bogor selaku ahli waris dari pemilik lahan dan bangunan seluas 5000 meter persegi.

Baca Juga  : Kades dan Staf Kecamatan Tidak Hadir Sebagai Saksi Memberatkan, PN Cibinong Tunda Sidang Lima Warga Cijeruk

“klien kami memiliki girik sah tercatat, dan tentunya juga ada akta jual beli dari mendiang Almarhumah Ibunya, yang saat ini dilanjutkan oleh para ahli waris,”ujarnya

Kemudian kliennya DS bersama empat orang lainnya ingin mengunjungi tempat pribadinya pada akhir tahun 2019.

Disaat mau masuk ke lahan rumah milik pribadinya, tiba-tiba gerbang masuk digembok dan dirantai. DS pun bersama keempat terdakwa lainnya memaksa masuk dengan niat untuk mengecek lokasi tanah miliknya.

Atas perbuatan itu, DS dan keempat orang terdakwa lainnya ES, W, IL dan MMS dilaporkan ke Polres Bogor oleh HG mengklaim telah membeli tanah tersebut dari orang berinisial WS.

Terkait objek tanah dan bangunan milik klien kami pada tanggal 8 November 2022, Tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Sembilan Bintang, telah melakukan langkah hukum perdata berupa gugatan perbuatan melawan hukum (Onrechtmatige Daad) yang telah teregister di pengadilan negeri Cibinong sebagaimana perkara Nomor 381 /Pdt.G/2022/PN Cibinong tertanggal 8 November 2022.

“Ini perkara kemanusiaan seharusnya patut dijadikan pertimbangan oleh majelis hakim. Pasalnya, ini terdakwa memiliki hak kepemilikan juga, bukan main-main asal mengakui,”pungkasnya.

Editor : Adjet

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close