Berita UtamaBisnisBogorianNews

Wali Kota Bima Arya : Ganjil Genap Berhasil Cegah Mobilitas Warga, Kasus Positif Covid-19 Turun Signifikan

Lantas, Apakah Kebijakan Ganjil Genap, Ini akan Dilanjutkan ?

loading...

BRO. Penerapan ganjil Genap yang dilaksanakan di akhir pekan selama dua minggu ini di Kota Bogor, menunjukkan tren penurunan signifikan mobilitas kendaraan dari gerbang exit Tol Jagorawi menuju Kota Bogor.

“Penurunan mobilitas warga cukup signifikan. Bahkan, tren kasus positif harian juga cenderung menurun,” ungkap Wali kota Bogor Bima Arya Usai meninjau hari terakhir penerapan ganjil genap, libur Imlek, di gerbang Tol Exit Baranangsiang, Minggu (14/2).

Data dari Jasa Marga menunjukkan terjadi penurunan mobilitas kendaraan di dua gerbang tol akses menuju Kota Bogor (Baranangsiang dan Sentul Barat) pada pelaksanaan pekan kedua penerapan kendaraan ganjil genap.

Saat perayaan Imlek, Jumat (12/2), tercatat ada 40.124 kendaraan yang melintas atau ada penurunan 20.6 persen (10.417 kendaraan) dibanding data Jumat pekan sebelumnya.

Baca Juga  : Kunjungan Wisata Anjlok Hingga 50 Persen, Akibat Ganjil Genap Di Kota Bogor

Sementara pada Sabtu (13/2), tercatat ada 45.459 kendaraan yang melintas atau terjadi penurunan 2,8 persen (1.314 kendaraan) dibanding Sabtu pekan sebelumnya.

“Laporan hari ini Minggu (14/2) lebih landai lagi dibandingkan kemarin. Ini istimewa mengingat libur panjang. Jadi berdasarkan data yang masuk Bogor dari exit tol Baranangsiang dan Sentul Selatan, pengurangannya cukup signifikan dan di dalam Kota Bogor pun, selama dua minggu ini tidak ada kemacetan, begitu juga penumpukan arus kendaraan. Artinya dari segi mobilitas, kebijakan ganjil genap ini berhasil, pengurangan mobilitas ini berhasil,” jelas Bima Arya

Wali Kota Bima Arya Akui Ganjil Genap berhasil cegah mobilisasi warga berdampak penurunan kasus positif Covid-19. Foto : Dok.SiBro

Dibagian lain, Bima mengakui penurunan mobilitas warga juga cukup berdampak pada penurunan jumlah kasus harian covid-19 di Kota Bogor.

“Pada 6 Februari kasusnya rekor ya, 187 (kasus positif per hari). Saat ini (red.14 Februari) ini kasus positifnya 109. Jadi, ada angka yang terus menurun dari minggu lalu. Kita masih terus pelajari dan beberapa hari ke depan. Tetapi trennya sudah terlihat, ada indikasi yang sangat kuat tren itu menurun,” paparnya

Penurunan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor, ternyata didukung Data dari Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukan kasus harian Covid-19 menurun 41,7 persen.

“Penurunan kasus ini mungkin saja selain karena ganjil genap juga karena penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di tingkat RT/RW,” kata Bima

Bahkan Bima Arya menduga berkurangnya kasus positif Covid-19, ditengah zona Merah, dikarenakan dua hal. Di satu sisi penerapan kebijakan ganjil genap, di sisi lain wilayah diperkuat dari PPKM.

Apakah kebijakan ganjil genap ini akan dilanjutkan ?

“Ada tiga faktor yang harus dievaluasi sebelum memutuskan berlanjut atau tidaknya ganjil genap di Kota Bogor,”ujar Bima

Faktor pertama adalah dari dimensi mengurangi mobilitas warga tadi, bisa dikatakan berhasil. Warga Bogor dan warga luar Bogor berkurang berkendara.

Faktor kedua dari aspek kesehatan ada indikasi kuat.

“Saya tidak mau mengatakan ini berhasil karena masih melihat beberapa hari ke depan. Tapi indikasi kuat terjadi tren penurunan kasus covid-19 dari 187 ke 109 itu turun signifikan,” kilah Bima.

Lantas ada satu faktor lagi yang harus kita hitung untuk memutuskan apakah ini berlanjut atau tidak, yaitu dimensi ekonomi.

“Ya apakah kebijakan yang diambil setiap akhir pekan secara permanen, merugikan secara ekonomi atau tidak, kita akan hitung lagi beberapa hari ke depan,”jelasnya.

Bima Arya akan lakukan analisa data secara holistik dan harus komprehensif.

“Apakah tanpa ganjil genap pun kondisi perekonomian tidak jauh berbeda. kita akan dialog dengan PHRI, pengelola pusat perbelanjaan modern dan pelaku ekonomi lainnya untuk mendapat data terkait dampak ganjil genap terhadap perekonomian,”pungkasnnya

Editor : Azwar lazuardy

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close