Berita UtamaBisnisBogorianNewsPolitika

Wali Kota Bima Arya Marah, Ancam Blacklist Kontraktor Proyek Jalur Sepeda Jalan Sudirman

Komisi III DPRD Sudah Ingatkan Pemkot Bogor Jangan Paksakan Proyek Jelang Akhir Tahun

loading...

BRO. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto geram berat gegara lambatnya pelaksanaan proyek pembangunanan Jalur Sepeda di Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Saking kesalnya, Bima mengancam bakal mem-Blacklist kontraktor jika kualitas pekerjaannya tidak sesuai atau amburadul.

Wali Kota Bogor marah ketika melakukan sidak terhadap pembangunan jalur sepeda yang dinilai tidak sesuai target yang diharapkan. Dikhawatirkan, pekerjaan proyek bernilai hampir Rp 5 miliar tersebut tidak selesai tepat waktu.

“Saya kecewa. Sudah tanggal segini (10 Desember 2021), progresnya masih segini. Saya lihat ada masalah. pekerja kurang, waktu kurang, makanya saya tanya (kontraktor) punya uangnya enggak? aya tegur,” ujar Bima saat Sidak di proyek  jalur sepeda di jalan Sudirman Bogor, Jum’at (10/12)

Bahkan, Bima mengancam kontraktor yang tidak bisa bekerja sesuai dengan target yang diharapkan akan masuk daftar hitam.

“Kalau dia tidak mampu, sudah pasti di blacklist. Kalau tidak mampu menambah yang kerja, tidak mampu menambah waktu dengan kualitas pekerjaan yang amburadul pasti di blacklist. Ini pelajaran,” jelasnya.

Selain melakukan teguran keras terhadap kontraktor, Wali kota Bima Arya juga bakal mengevaluasi sistem pengadaan barang dan jasa (PBJ).

“Ini terus berulang. Saya ingin mengevaluasi semua mulai dari sistem PBJ,”pinta Bima.

Sedangkan Kadis PUPR Chusnul Rozaqi dihadapan Wali Kota Bogor mengaku sudah memberikan teguran kedua kepada kontraktor pada proyek tersebut.

Baca Juga   :Komisi III DPRD Kota Bogor Ingatkan Pemkot Bogor Jangan Paksakan Proyek Jalur Sepeda Jelang Akhir Tahun ini. 

“Nanti kita lihat sampai sejauh mana bisa memperbaiki dan mengoreksi kekurangan yang ada, karena sisa waktu tinggal 20 hari sampai tanggal 30 Desember 2021. Kalau metode mereka seperti ini, tidak akan selesai,” kata Chusnul.

Lantas yang jadi pertanyaan bagaimana pengawasan terhadap pekerjaan tersebut ?

Pengakuan Chusnul Rozaqi, akan dilakukan evaluasi setiap hari. mengingat keterbatasan waktu pengerjaan proyek, harus dikerjakan 24 jam dengan penambahan pekerja dan matrial.

“Ini masih memungkinkan untuk bisa dituntaskan. Kalau dia(Kontraktor)tidak bisa mengubah ini semua, kami yakini ini tidak akan selesai,” pungkasnya.

Ilustrasi jalur sepeda di Kota Bogor. Foto :net.SiBro

Inilah kehebatan Pemkot Bogor, menjelang akhir tahun 2021,  melaksanakan proyek pembangunan jalur sepeda dan pedestarian di Jalan Jenderal Sudirman senilai  Rp.5 milyar.

Sementara Komisi III DPRD Kota Bogor sudah mengingatkan  agar Pemkot Bogor jangan paksakan Proyek Jalur sepeda di jalan Sudirman kota Bogor  pada jelang akhir tahun 2021.

:”Persoalannya proyek jalur sepeda itu, pelelangannya baru akan dikerjakan akhir tahun. Ini sangat riskan dan dikhawatirkan proyek ini tidak selesai tepat waktu. Imbasnnya menjadi silpa dan beban proyek selanjutnya,”jelas Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor. Zaenul Mutaqin, Senin (15/11)

Bahkan ZM, sapaan pria politisi PPP ini, menduga proyek pembangunan jalur sepeda terkesan dipaksakan karena proyek ini tidak termasuk kedalam proyek esensial atau proyek prioritas.

Editor   : Azwar Lazuardy

 

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close