Berita UtamaNews
Trending

Waspada! Jelang Lebaran, Babi Olahan Mirip Daging Sapi Beredar di Pasaran

Polresta Bandung Ringkus Empat Pelaku Sindikat Perdagangan Babi

loading...

BRO. Sedikitnya empat orang yang diduga sebagai sindikat pelaku pengolahan dan perdagangan daging babi menyerupai daging sapi diringkus jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung, Senin (11/05/2020).

Para pelaku berinisial Y, M, AS dan AR ini dibekuk karena kedapatan sengaja mengolah dan menjual daging babi mirip daging sapi ke masyarakat. Dalam menjalankan aksinya para pelaku ini memiliki peran masing-masing. Y dan M diketahui sebagai pengepul, sedangkan AS dan AR berperan sebagai pedagang eceran daging.

“Kasus ini terungkap setelah kita mendapat informasi bahwa di masyarakat beredar daging babi yang sengaja diolah dan dijual hingga seolah-olah menyerupai daging sapi,” kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan kepada wartawan di Bandung, Senin.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan masing-masing pelaku memiliki peran masing-masing, diantaranya Y dan M berperan sebagai pengepul dan pengolah daging babi menggunakan bahan pengawet sejenis borak agar menyerupai daging sapi.

“Setelah daging babi yang semula pucat namun setelah diolah tekstur daging berubah menjadi merah mirip daging sapi, mereka kemudian menjualnya dengan harga pasaran daging sapi,” katanya.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil penyidikan sementara, dua pelaku yang berperan sebagai pengepul yakni berinisial Y dan M tercatat sebagai warga Solo, Jawa Tengah.

“Mereka mengontrak di Kabupaten Bandung dan mengaku sudah satu tahun menjalankan aksi penipuan mengolah daging babi menjadi sapi kemudian dijual kepada pembeli,” jelasnya.

Menurut Kapolresta , kedua pelaku memperoleh daging babi dari kota asal mereka yakni Solo yang dikirim menggunakan truk pickup ke Bandung. Selama satu tahun mereka telah berhasil mengolah daging babi menjadi sapi diperkirakan mencapai 63 ton. “Rata-rata distribusi setiap minggunya sebanyak 600 kilogram.”

Hingga saat ini, pihaknya berupaya mengungkap kasus ini, khususnya terkait adanya dugaan keterlibatan pelaku lainnya yang lebih terorganisir. Saat ini, polisi masih mendalami apakah dua orang pengepul tersebut membeli barang dari Solo atau didapatkan dari hasil berburu.

“Kemudian selain menjual kepada dua pengecer yang telah diamankan, daging babi olahan mereka dijual ke mana lagi, itu sedang kita dalami,” katanya.

Menurutnya, para pelaku dalam memasarkan daging babi hingga masyarakat tertipu, karena mereka mengklaim bahwa daging yang dijualnya merupaan daging sapi. AR menjual di daerah Majalaya dan AS di Baleendah.

“Keduanya mendapatkan daging dari Y dan M yang berperan sebagai pengepul seharga Rp 60 ribu. Kemudian para pengecer itu menjual ke masyarakat seharga Rp75 ribu hingga Rp90 ribu,” paparnya.

Meski para pelaku dan barang bukti sudah disita, pihaknya tetap menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan teliti dalam mencari dan membeli daging di pasaran karena setiap mendekati lebaran, tingkat kejahatan yang merugikan konsumen selalu marak.

“Tapi untuk sementara saya kira masyarakat tidak usah khawatir, karena daging babi yang mirip daging sapi yang mereka perjualbelikan sudah kita sita. Namun tetap harus berhati-hati dan waspada,” katanya.

Penulis : Redaksi Si Bro
Editor : Hari Y

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close