Bisnis

Melihat Perkembangan Ekonomi Dapat Gunakan Analisis Shift Share

loading...

BRO, Pandemi Covid 19 berdampak ke banyak sektor, salah satunya perekonomian. Pelaku usaha dan perekonomian dituntut untuk kreatif dan terus memutar otak agar roda bisnis bisa terus berputar dan bergerak. Dan berbagai upaya terus dilakukan untuk kembali membangkitkan perekonomian yang tengah mengalami masa sulit.

 

Sebagai institusi pendidikan dan penelitian, IPB University melalui International Trade Analysis and Policy Studies (ITAPS) Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University menggelar seminar dengan topik “Penentuan Leading Sector di Tingkat Regional dan Nasional”. Kegiatan ini dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom dipandu oleh Moderator Fahmi Salam Ahmad, MSi. dosen IPB University dari Departemen Ilmu Ekonomi.

 

Fokus diskusi terkait analisis ekonomi shift share, setelah hari sebelumnya membahas tentang metode Location Quotient.

 

Peneliti ITAPS yang juga dosen IPB University dari Departemen Ilmu Ekonomi (IE) Mutiara Probokawuryan, MMgt (Econ) menyebutkan bahwa analisis shift share banyak digunakan untuk menganalisis perubahan indikator kegiatan ekonomi seperti produksi dan kesempatan kerja di suatu wilayah. Kegunaan metode ini salah satunya adalah melihat perkembangan ekonomi wilayah terhadap perkembangan ekonomi nasional.

 

“Analisis ini juga digunakan untuk melihat perkembangan sektor perekonomian dibandingkan dengan sektor lainnya. Kita akhirnya bisa melihat perkembangan suatu wilayah dibandingkan dengan wilayah yang lain, baik antar kabupaten, provinsi atau skala nasional,” tambah Mutiara melalui siaran pers kepada Si Bro pada Selasa (16/6/2020).

 

Mutiara menambahkan bahwa analisis ini bisa diterapkan untuk melihat sektor ekonomi secara spesifik. Sektor ekonomi seperti pertanian dan peternakan bisa dibandingkan dengan sektor lain msialnya jasa dan industri. Perbandingan ini bisa dilakukan di wilayah regional maupun nasional. Namun, di tingkat desa metode ini belum banyak digunakan karena minimnya data yang tersedia.

 

“Data untuk kecamatan dan desa masih belum tersedia dengan akurat. Oleh karena itu, penggunaan shift share masih belum banyak digunakan di tingkat mikro hingga tingkat desa atau kelurahan. Perlu ditingkatkan lagi pengumpulan data oleh berbagai pihak baik pemerintah maupun akademisi dari institusi pendidikan,” tuturnya.

 

Penulis: Red Si Bro

Editor: Robby Firliandoko

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close