BisnisFeatureNews

Toko Buah Alimart Berkembang Disaat Mayoritas Sektor Usaha Layu karena Covid-19

Omset Rp 300 Juta Perhari, Buka  Dua Gerai Baru dan Terima Puluhan Karyawan

loading...

BRO. Sudah setengah tahun lebih Indonesia dan banyak negara di dunia dirudung Pandemi Covid-19. Virus Corona tak hanya merugikan kesehatan manusia, tetapi berdampak besar terhadap tatanan hidup, termasuk menggerogoti perekonomian.

Mayoritas sektor usaha layu dan tak sedikit yang gulung tikar karena terdampak pandemi. Kondisi tersebut membuat banyak perusahaan yang merumahkan karyawannya. Selama Covid-19, omset terjun bebas hinga 50 persen. Salah satu faktornya adalah daya beli masyarakat yang rendah.

Berbeda dengan kebanyakan sektor usaha, Toko Buah Alimart yang tersebar di Bogor dan Tangerang justru makin berkembang. Selama Pandemi Covid-19, toko buah segar yang berpusat di Jalan Raya Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor ini membuka dua cabang toko di Tangerang Selatan.

Baca juga : Indocement Berikan Solusi Hemat Listrik di Masa Pandemi Bagi Warga Desa Mitra

“Alhamdulillah kami bisa bertahan dan bisa membuka dua toko baru. Sekarang total ada delapan toko. Insya Allah bulan Oktober mau buka lagi daerah Leuwiliang, Bogor,” ucap Ahmad Satori, Pemilik Tokoh Buah Alimart ditemui Bogornetwork.com di Toko Alimart pusat, Ciomas, Kabupaten Bogor, Sabtu (3/10/2020)

Terkait tenaga kerja, Bos Alimart memastikan tidak ada satupun karyawannya yang  dirumahkan. Malah, toko buah yang baru dibuka menerima banyak pegawai baru. “Tidak ada pengurangan satupun pegawai Alimart. Gaji dan uang makan selama pandemi Covid ini, ” tegas dia.

Menurut Ahmad Satori, usaha perdagangan buah secara eceran dan grosirnya miliknya bukan tidak terkena dampak pandemi. Sama seperti pelaku usaha lain, omset Alimart mengalami penurunan, kendati tidak terjun bebas. Daya beli masyarakat menurun tajam selama pandemi.

“Omset saat ini memang menurun walau relatif stabil. Seelum ada wabah Virus Corona. Omset perhari dikisaran Rp 300 juta dari semua toko. Toko Ciomas yang paling besar, rata-rata Rp 70 juta perhari,” kata dia.

Toko buah Alimart pusat di Jalan Raya Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor (depan kantor Camat Ciomas). Foto : Rizky MP

 Omset Alimart, lanjut Ahmad, terbantu program BPNT (Bantuan Pokok Non Tunai) yang diantaranya terdapat penyediaan komoditi buah yang harus disalurkan oleh agen bank kepada keluarga penerima manfaat (kpm) setiap bulannya. Agen ini ditunjuk pemerintah dan telah ditetapkan menjadi mitra bank.

“Program bansos buah-buahan sangat membantu omset Alimart. Alhamdulillah banyak kepala desa di Kabupaten Bogor yang mengambil buahnya dari toko saya,” ungkap pria 39 tahun itu.

Selain mampu mengembangkan usahanya di masa sulit Covid-19, Alimart merekrut 32 tenaga  kerja baru dengan gaji sesuai UMK daerah setempat. Adapun untuk karyawan senior yang diposisikan sebagai penanggungjawab toko digaji sebesar Rp 8 juta perbulan. Kini, toko buah segar yang selalu ramai pembeli ini mempunyai 120 orang karyawan.

Baca juga : Mola TV Manjakan Pencinta Olahraga di Indonesia

Tak hanya gaji standar UMK, Ahmad Satori menceritakan, semua karyawannya diberi tambahan uang makan sebesar Rp 75.000 perhari. Bahkan, saban hari karyawan diperbolehkan memakan buah dagangannya. Pun demikian dengan konsumen, boleh mencicipi buah yang akan dibelinya.

“Apapun buahnya dan seberapa banyakpun yang dimakan karyawan, itu halal baginya. Semua karyawan juga bebas meminum kopi yang disediakan. Mau berapa kali ngopi dalam sehari, boleh dan tidak saya kurangi jatah uang makannya,” imbuh Ahmad.

Namun, lanjut Bos Alimart, semua yang diterima bekerja sebagai karyawan sudah menyanggupi atau menerima syarat utama yang ditetapkan, yakni tidak meninggalkan salat wajib 5 waktu. Makanya, tak heran jika kebanyakan pegawai Alimart adalah jebolan pondok pesantren, sama dengan Ahmad Satori yang mantan santri.

Ahmad Satori, Pemilik Tokoh Buah Alimart. Foto : Rizky MP

 Usaha toko buah segar yang dilakoni Ahmad Satori dimulai sejak tahun 2009, semakin tumbuh pesat. Padahal, ia sama sekali tidak punya pengalaman dalam usaha dagang. Namun, pria yang selalu berpeci dan murah senyum ini yakin dengan usahanya. “Saya hanya ikhtiar, hasilnya Allah SWT yang menentukan,” ujarnya.

Meski Alimart mampu menghadapi badai pandemi, Ahmad Satori mengatakan, sebagai pelaku usaha ia berharap kondisi perekonomian yang terpuruk saat ini segera berakhir dan kembali normal. Ahmad mengaku khawatir, ketahanan usaha miliknya dalam menghadapi krisis Corona ikut rontok jika pandemi berkepanjangan.

Baca juga : Green Industrial Park Jonggol, Kemenko RI: Kami Pastikan Dukung PT. Pati Agung Makmur

“Saya opitimis krisis kesehatan dan krisis lainnya yang dampak Virus Corona segera selesai. Situasi kembali normal. Tapi kalau terus-terusan begini, berat bagi pelaku usaha menjalankan usahanya,” ujar Saudagar buah asal Cirebon itu.

Terkait perang melawan Covid-19, Alimart dalam waktu dekat berencana membagi-bagikan jus buah gratis kepada warga yang melintas di jalan atau di titik tertentu. Niat tersebut akan dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Covid-19. “Supaya semuanya sehat dan mempunyai imunitas dengan minum jus buah”.

 

Penulis : Rizky Multri Prayasa
Editor  : Arie Surbakti

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close