BogorianNews

115 Pasien Dalam Pengawasan di Bogor Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Gugus Tugas Covid-19

loading...

BRO. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mencatat hingga saat ini jumlah kasus dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia sebanyak 115 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah menyebutkan, dari jumlah PDP yang meninggal itu belum ada tanda-tanda merujuk kepada positif Covid-19.

Baca Juga: Bertambah Lagi, Dua Balita Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Masuk Klaster Pasar Cileungsi

“PDP itu kan belum tentu positif, sebelumnya ada gejala juga kan. Memang sebagian besar ketika saya kordinasi dengan RS yang ada di Kabupaten Bogor, itu yang meninggal sudah ada penyertanya. Jadi datang itu sudah sakit ada juga yang datang ke rumah sakit itu terlambat sehingga meninggal juga diperjalanan,” kata Syarifah, Selasa (09/06/2020).

Menurut Syarifah, banyak juga yang meninggal berstatus PDP saat melahirkan karena memang kondisi ibunya kurang baik.

Baca Juga: Bertambah 2 Kasus Baru, Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Bogor Jadi 119 Orang

“Banyak juga yang melahirkan anaknya dan orang tuanya, karena orang tuanya ada yang ditolong oleh paraji dan bidan juga, jadi memang kalau dulu sebelum Covid-19 belum menganalisis yang meninggal kenapa kasus nya, dengan hal itu kita harus mewaspadai tidak hanya oleh Covid-19 dan sakit biasa,” ujarnya.

Dari 115 total PDP meninggal dunia itu sambung Syarifah, tidak semuanya dilakukan Swab Test.

“Ada yang di Swab ada yang juga tidak, jadi kalau misalnya di Swab hasilnya diperoleh pasien meninggal itu positif, kita langsung tracking. Itu belum ada yang merujuk ke positif sampai saat ini, tapi pas awal ada seperti yang di Ciseeng itu, kita langsung tracking, kita juga saat ini meminta kepada pemerintah pusat agar hasil Swab Test bisa dipercepat,” jelasnya.

Baca Juga: Sehari, Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Bogor Raya Mencapai 24 Orang

Syarifah menambah, setelah adanya wabah virus mematikan ini ada di Kabupaten Bogor, semua PDP yang meninggal dunia pemulasaraan nya seperti pasien positif Korona.

“Tahapan penguburan kalau setiap PDP pemulasaraan nya itu sudah mengikuti Covid-19, karena kita tidak bisa menduga pasien itu Covid-19 atau bukan, takut resiko penularan maka tidak menggunakan air (saat memandikan jenazah) akan tetapi pakai debu,” tukasnya.

Data yang dihimpun di Kabupaten Bogor saat ini terdapat 279 ODP, 348 PDP dan status PDP meninggal dunia 115, Positif Korona 246, sembuh 51, meninggal 15, serta positif Covid-19 aktif sebanyak 178.

Penulis: Supriadi
Editor: Hari YD

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close