BogorianNews

24 Kelurahan Sudah Bebas Covid-19, Bima Arya Tetap Ogah Longgarkan PSBB

loading...

BRO. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan meski masih ada kelurahan yang bebas kasus positif Corona Virus Disease (Covid-19) yakni 24 dari 68 Kelurahan, tapi dengan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang sudah tersebar di semua kelurahan, pihaknya tak akan melonggarkan apalagi mengakhiri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Karena itu dengan pertimbangan tersebut sulit rasanya bagi kami apabila unitnya itu zonanya berdasarkan kelurahan. Jadi dengan pertimbangan itu ditambah juga dengan memasuki Idul Fitri yang semakin dekat ini rasanya justru kita akan lebih memperketat PSBB. Kalau kita bebaskan relaksasi di satu kelurahan, maka orang-orang akan berbondong-bondong ke kelurahan itu, entah untuk shalat ID ataupun untuk hal-hal lainnya,” jelas Bima usai video confrence dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Minggu (17/05/2020).

Baca Juga : Alhamdulillah Jabar Mulai Membaik, Tren Kasus Covid-19 Terus Turun

Saat ini Pemkot Bogor tetap memilih untuk memperketat pemberlakuan PSBB sampai 26 Mei dan sudah merumuskan sanksinya melalui Perwali. Kemungkinan besar shalat Idul Fitri pun akan kami larang di semua wilayah Kota Bogor.

Baca Juga : Hari Pertama Pemberlakuan Sanksi PSBB Kota Bogor, 18 Orang Dihukum Bersihkan Sampah

“Karena kalau kami longgarkan di beberapa titik dengan pengecualian zonasi tadi khawatirnya akan terjadi mobilitas. Namun demikian kami punya hitungan apabila PSBB tahap ketiga diperketat kemudian hasilnya landai kami mulai merumuskan tahapan-tahapan relaksasi. Seperti apa modelnya dan formatnya kami akan meminta masukan dari pakar epidemiologi, pengusaha, kampus dan lain-lain,” paparnya.

Setelah itu apakah dilanjutkan perpanjang PSBB atau tidak akan merujuk pada hasil evaluasi PSBB tahap III pada 23 Mei 2020 nanti, yaitu rekomendasi Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor.

“Kota Bogor tingkat reproduksi kasusnya terendah di Jawa Barat kami syukuri itu, tapi ada beberapa catatan. Pertama, kita ini kota yang dikepung oleh beberapa daerah, dikepung oleh Kabupaten Bogor dan dekat dengan DKI Jakarta. Kedua, wilayah kami juga tidak terlalu besar. jadi satu dengan yang lainnya berbatasan langsung dan kemungkinan mobilitasnya tinggi,” terangnya.

Penulis : Redaksi Si Bro
Editor : Hari YD

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close