BogorianIndeksNews

PSBB Berakhir, Bogor Rancang Pengembangan Jalur Sepeda dan Jogging Trek

loading...

BRO. Tingginya minat masyarakat dalam beraktifitas luar ruangan, seperti bersepeda dan jogging pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), juga menjadi perhatian Pemkot Bogor di masa Pandemi Covid-19 ini.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebutkan menjelang berakhirnya PSBB Proporsional 2 Juli mendatang, Pemkot sudah mempersiapkan sejumlah kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) melalui surat edaran, diantaranya terkait sarana olahraga.

“Jadi ada 8 sektor yang diatur dalam surat edaran itu yakni Pusat perbelanjaan/mall, Hotel, Sarana Olahraga, Even Organizer/Jasa pertunjukan, Stasiun/terminal, Tempat wisata, Tempat kecantikan/salon dan Jasa Ekonomi Kreatif,” katanya, Rabu (01/07/2020)

Terkait sarana olahraga khususnya untuk pesepeda, Dedie yang juga Ketua Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor mengingatkan daerahnya sebagai salah satu kota pertama di Indonesia yang punya jalur sepeda tentu concern dalam menyikapi fenomena paska PSBB ini.

“Seperti kita ketahui (2017) lalu, di seputaran Kebun Raya Bogor telah disediakan trek sepanjang 4 kilometer. Maka memasuki AKB atau new normal nanti sudah pasti kita akan merumuskan pengembangan jalur baru bagi pesepeda,” ungkapnya.

Ia menyebutkan pengembangan jalur baru bagi penghobi sepeda yang kini digandrungi kaum urban sudah dipersiapkan sepanjang Jalan Pajajaran, Siliwangi hingga Suryakencana.

“Pengembangan jalur sepeda itu kita sudah persiapkan sampai ke Utara arah Jambu Dua menuju Pajajaran maupun ke Selatan arah Suryakencana menuju Ekalos dan balik ke Tugu Kujang akan menjadi potensi untuk dikembangkan. Namun tantangannya adalah kontur dan sempitnya lebar jalan yang harus kita sesuaikan,” kata mantan salah satu Direktur di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Sekedar diketahui sejak 2017 lalu, Pemkot Bogor sudah membangun jalur sepeda sepanjang 4 kilometer yang terintegrasi dengan pedestrian serta jogging track di lingkar Kebun Raya Bogor (Jalan Ir H Juanda, Pajajaran, Otista dan Jalak Harupat).

Namun demikian fasilitas itu dianggap masih belum ramah difable, bahkan saat akhir pekan kerap menimbulkan persoalan antara pejalan kaki, pengendara motor dan pesepeda. Khususnya di Jalan Otista, hingga saat ini masih menggunakan bahu jalan.

Pentingnya pembenahan infrastruktur jalur sepeda di Kota Bogor didukung penuh para pecinta sepeda yang bergabung dalam komunitas sepeda kasak kusuk (koskas) Bogor.

“Iya baiknya Pemda mempersiapkan semua infrastrukturnya dalam mengantisipasi lonjakan aktivas bersepeda di Kota Bogor. Saat ini jalur sepeda yang ada hanya itu-itu saja,” ungkap Wawan, warga Babakan, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Hal senada diungkapkan, Putri Reida, pecinta olahraga sepeda sejak 2015 ini lebih suka bersepeda di jalur Lingkar Kebon Raya Bogor karena relatif aman.

“Karena sudah jelas disitu ada rambu dan tulisan jalur sepeda. Meski kadang kalau hari Minggu kita sulit bergerak juga karena sering bersinggungan dengan pejalan kaki. Tetapi sejauh ini sudah cukup baik adanya fasilitas jalur sepeda seperti di lingkar Kebun Raya Bogor ini,” tuturnya.

Penulis: Redaksi Bro
Editor: Hari YD

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close