BogorianNews

Bertambah 2 Kasus Baru, Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Bogor Jadi 119 Orang

loading...

BRO. Kasus pasien terkonfirmasi positif di Kota Bogor dalam dua hari terakhir terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data monitoring harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor hingga pukul 14.00 WIB, Senin (08/06/2020) pasien terkonfirmasi positif menjadi 119 orang.

“Hari ini ada penambahan jumlah pasien terkonfirmasi positif 2 kasus. Maka kasus pasien positif aktif atau masih dalam perawatan bertambah 2 orang. Sedangkan untuk pasien yang meninggal dan sembuh tak ada penambahan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno dalam keterangan pers tertulisnya, Senin (08/06/2020).

Baca Juga: Sehari, Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Bogor Raya Mencapai 24 Orang

Dengan demikian, kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor itu, total kasus positif hingga saat ini mencapai 119 orang yang rinciannya adalah sembuh 58 orang, masih dalam perawatan 46 orang dan meningggal 15 orang.

“Untuk kasus dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini berjumlah 76 orang, terjadi pengurangan sebanyak 2 orang jika dibandingkan hari sebelumnya,” katanya.

Adapun untuk kasus dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) terjadi penambahan 68 orang, sehingga total ODP Covid-19 di Kota Bogor menjadi 129 orang.

Baca Juga: Nihil Penambahan Positif, Kasus Covid-19 di Kota Bogor Kembali Stagnan

“Sedangkan untuk kasus dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) juga mengalami lonjakan sebanyak 36 kasus. Sehingga total OTG Covid-19 di Kota Bogor yang masih dalam pemantauan menjadi 78 orang,” katanya.

Sebelumnya ditempat terpisah, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dibuat geram saat meninjau sejumlah para pelaku usaha kuliner yang belum menerapkan protokol kesehatan, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di wilayahnya, Minggu (07/06/2020)

Sejumlah titik yang ditinjau Bima Arya terlihat cukup ramai. Bahkan, ada beberapa yang tidak melakukan pembatasan pengunjung yang seharusnya 50 persen dari kapasitas normal.

Baca Juga: Bima Arya: Mal di Kota Bogor Boleh Buka Lagi, Asal Penuhi Syarat Ini

“Hasil tadi patroli bersama Satpol PP, masih ditemukan pelanggaran protokol kesehatan, terutama kapasitas jumlah pengunjung,” ungkap Bima.

Untuk itu, Bima meminta Satpol PP untuk menguatkan pengawasan di lapangan. Bahkan, ia tak segan memerintahkan petugas untuk menutup rumah makan yang tidak mengindahkan imbauan Pemkot Bogor.

“Terimakasih bagi rumah makan yang patuhi protokol kesehatan. Silahkan terus buka dan terus waspada. Bagi yang lalai kami ingatkan. Kalau terus abai, kami tutup,” tandasnya.

Sekadar diketahui, Pemkot Bogor sejak awal perpanjangan masa PSBB Transisi ini sudah membolehkan toko non-pangan, rumah makan hingga rumah ibadah untuk beroperasi kembali.
“Namun, dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan, melakukan pengecekan suhu tubuh bagi pelanggan, membatasi kapasitas 50 persen jumlah pengunjung,” katanya.

Penulis: Redaksi Bro
Editor: Hari YD

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close