Bogorian

Bima Arya: Waspada RS Jadi Episentrum Baru Penularan Covid-19

loading...

BRO. Kasus Covid-19 di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional fase Transisi menuju New Normal di Kota Bogor bukannya menurun justru semakin mengganas. Tercatat dalam tiga hari terakhir ada 24 kasus positif baru Covid-19. Tertinggi pada Rabu (10/06/2020) ada 16 kasus positif baru di Kota Bogor.

Terakhir, hingga pukul 14.00 WIB, Jumat (12/06/2/20) tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor kembali melaporkan penambahan 5 kasus positif baru. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Kota Bogor mencapai 143 orang.

Baca Juga: Ada 16 Kasus Positif Baru di Kota Bogor, Bima Arya: Sebagian Besar Tertular di RS Rujukan Covid-19 

Bahkan, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebutkan sebagian besar kasus positif baru di Kota Bogor sumber penularannya diduga berasal dari tiga Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19.

Menyikapi hal tersebut, Bima Arya langsung mengumpulkan 21 pimpinan RS di Kota Bogor untuk mengevaluasi dan memperketat sistem protokol kesehatan. Data yang diterima kasus positif ada banyak kelompok tenaga kesehatan yang terinfeksi adalah dokter, perawat, radiografer, bidan dan fisioterapi.

Baca Juga: Pemkot Tutup Sebagian Pelayanan Kesehatan RSUD Kota Bogor, Ini Alasannya

“Sementara yang di luar tenaga kesehatan antara lain orang yang berobat ke rumah sakit, keluarga tenaga kesehatan, pasien yang sedang dirawat dan teknisi Informasi Teknologi (IT) di rumah sakit, jangan sampai RS jadi episentrum baru Covid-19” kata Bima Arya, Jumat (12/06/2020).

Pihaknya telah melakukan video conference dengan seluruh pimpinan rumah sakit di Kota Bogor. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan kembali untuk betul-betul memperhatikan protokol kesehatan.

Baca Juga: Hasil Swab Test 26 Nakes RSUD Bogor Negatif Corona, Kadinkes: Sisanya Belum Keluar

“Semuanya akan kita audit lagi terkait dengan triase pasien, standar sarananya, standar ruang isolasi, APD, hand hygiene, pengolahan limbah, linen, sterilisasi ruangan, kewaspadaan outbreak, disaster plan RS dan surveilance aktif RS. Kita audit semuanya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, secara khusus Pemkot Bogor berkoordinasi dengan rumah sakit ini untuk melakukan checking keseluruhan dan secara rutin melakukan rapid dan swab kepada seluruh personel yang ada di rumah sakit. “Tapi ini pun kita berlakukan kepada semua, kewaspadaannya kita tingkatkan untuk semua,” katanya.

Baca Juga: Banyak Pasien Terindikasi Corona, RSUD Bogor Ingin Operasikan Lab Swab PCR

Secara umum, lanjutnya, seharusnya semua rumah sakit siap dan telah melakukan antisipasi sebelum ada Covid-19. Karena sudah tervalidasi dalam parameter akreditasi rumah sakit. Bahkan, dalam peraturan perundang-undangan, RS juga diwajibkan melakukan mitigasi potensi-potensi infeksi.

“Peningkatan kewaspadaan serta evaluasi tim pencegahan dan penanggulangan infeksi di RS serta menerapkan langkah-langkah pencegahan tambahan empiris atas kasus pasien dalam pengawasan dan konfirmasi Covid-19 seperti kewaspadaan kontak dan droplet, kewaspadaan airborne pada prosedur yang menimbulkan aerosol. Selain itu, juga selalu monitoring dan evaluasi terkait penggunaan dan jumlah APD serta pengelolaan limbah rumah sakit,” tambahnya.

Penulis: Redaksi Bro
Editor: Hari YD

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close