BisnisBogorianNews

Biskita Transpakuan Stop Beroperasi Ada Apa ?, DPRD Kota Bogor Tagih Laporan Operasional Biskita

loading...

BRO. Di tengah warga Kota Bogor mulai menyukai layanan transportasi umum Biskita Transpakuan, kini tiba-tiba operasionalnya di stop sementara. Lantas bagaimana reaksi DPRD Kota Bogor ?

Komisi II DPRD Kota Bogor menagih laporan operasional Biskita Transpakuan kepada PDJT. Hal ini dikarenakan, Biskita Transpakuan saat ini tengah berhenti beroperasi.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Rusli Prihatevy secara tegas menyatakan segera melakukan evaluasi terhadap Biskita Transpakuan yang sudah beroperasi selama dua bulan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Tagih laporan operasional Biskita transpakuan. Foto : dok.SiBro

“Dengan berhenti beroperasinya Biskita, kami dari DPRD meminta kepada pihak PDJT untuk menyampaikan laporan operasional Biskita Transpakuan,” kata Rusli.

Baca Juga  :Proyek Milyaran Numpuk Di Akhir Tahun ? Wali Kota Bogor Janji Benahi Total Proses Tender Proyek

Menurutnya Laporan tersebut bertujuan untuk melakukan kalkulasi biaya operasional Biskita selama beroperasi. Sehingga nantinya, penentuan harga tiket bisa sesuai dengan kebutuhan operasional, daya beli masyarakat dan menghasilkan keuntungan juga bagi PDJT.

Walikota Bogor ikut menikmati kenyaman Biskita Transpakuan .Foto.:Net.Sibro

“Jangan sampai, nantinya Biskita ini malah jadi beban APBD karena tidak berbanding lurus antara pendapatan dan biaya perawatan. Ini harus diperhitungkan,” tegasnya.

Baca Juga   :BPJS Ketenagakerjaan Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Jaminan Kematian Peseta BPJS Ketenagakerjaan

Selain laporan Biskita Transpakuan, Rusli juga akan meminta business plan dari direktur anyar. Ia mengaku melihat ada potensi tambahan pendapatan dari kehadiran Biskita Transpakuan selain dari penjualan tiket.

“Tentu iklan bisa menjadi salah satu sumber pendapatan selain penjualan tiket. Pemasangan iklan di shelter dan bis, harus dimaksimalkan, namun tentunya harus sesuai dengan regulasi yang ada,” ujar Rusli.

Terkait dengan pemberhentian operasional Biskita Transpakuan yang dinilai secara mendadak. Rusli meminta pihak PDJT dan Dishub Kota Bogor agar lebih memperhatikan sosialisasi kepada masyarakat.

Sebab, berdasarkan hasil pantauannya, beberapa hari setelah pemberhentian operasional Biskita Transpakuan, masih banyak masyarakat yang menanti kehadiran Biskita di beberapa halte.

Baca Juga    :Berebut ‘Cuan’, Relokasi PKL Merdeka Kota Bogor Gagal

“Masalah sosialisasi dan informasi juga harus diperhatikan. Jangan sampai ini malah menjadi masalah dikemudian hari yang membuat masyarakat enggan menggunakan Biskita saat sudah beroperasi lagi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Layanan transportasi umum Biskita Transpakuan dengan sistem program buy the service atau BTS di Kota Bogor, dihentikan sementara operasionalnya. Penghentian layanan dikarenakan penyesuaian mekanisme pengadaan barang atau jasa dari pelelangan umum menjadi pengadaan melalui e-catalog.

Seperti diketahui sejak awal November hingga akhir tahun 2021, keberadaan bus BTS di Kota Bogor sudah diluncurkan sebanyak 49 unit yang mengaspal di koridor 5 rute Stasiun Bogor-Cirigi dan Koridor 6 Parung Banteng-Air Mancur, koridor 2, Cidangdiang-Bubulak dan Koridor 3, Bubulak-Ciawi.

“Penghentian sementara BTS dimulai sejak 1 Januari dan akan berlangsung hingga evaluasi menyeluruh yang dilakukan BPTJ selesai,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo

Editor : Azwar lazuardy

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close