BisnisBogorianKomunitasNewsPendidikan

Di Kota Bogor, Klaster Perkantoran Paling Berbahaya Penyebaran Covid-19

loading...

BRO. Penularan virus Covid-19 dari Jakarata sebagai wilayah epicentrum Covid-19, berdampak adanya peningkatan jumlah  kasus positif di Kota Bogor,  Sehingga  penyebaran Corona  di Kota Bogor , tetap bertahan di  zona merah atau beresiko tinggi Penyebaran Covid -19.

Data terakhir kemarin, dari Satuan Tugas (Satgas) Corona Kota Bogor, disebutkan 32 persen kasus positif di Kota Bogor dari klaster keluarga, yang penyebarannya dari tempat kerja atau perkantoran.

” Saat ini klaster perkantoran paling berbahaya dalam penyebaran Covid-19 di Kota Bogor, ungkap Walikota Bogor Bima Arya menyusul adanya peningkatan 15 persen jumlah kasus positif dalam pekan ini di Kota Bogor (5/10).

Baca Juga :Gawat. Kasus Positif Covid-19, Kota Bogor Meningkat 15 Persen.

Menurutnya, penyebaran Covid-19 dari Jakarta sebagai wilayah Epicentrum Covid-19, ada 19 persen termasuk dari luar kota melalui klaster Perkantoran dan keluarga. Kemudian 29 persen dari fasilitas kesehatan .

Sementara penyebaran dari klaster pemukiman atau transmisi lokal ada 7 persen.Sedangkan penyebaran melalui pengguna transportasi 2 persen, acara-acara keluarga 4 persen dan penyebaran dari Mall, minimarket masing-masing 3 persen.

” Jadi secara analisa lonjakan ,terurai dari 179 orang positif Covid-19 di Kota Bogor, 118 kasus positif berasal dari klaster keluarga. Ini sebagai penyumbang terbesar yang penyebarannya dari perkantoran,” ungkap Bima Arya.

Baca Juga :Kota Bogor Kembali Di Zona Merah Atau Resiko Tinggi Penularan Covid-19. Ini Penyebabnya..?

Dengan demikian, Bima mengajak warganya tetap bekerja dirumah dan membatasi rapat-rapat didalam ruangan. Apabila yang bekerja dikantor pastikan dan ditaati aturan protokol kesehatan dengan tidak lebih 50 persen serta memperhatikan ventilasi ruang kantor.

Untuk diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Corona Kota Bogor, juga mengungkap  jumlah kasus positif di Kota Bogor ,hingga Senin( 5/10) kemarin,  mencapai 1.387 orang dengan rincian masih sakit sebanyak 395 orang, selesai 941 orang dan meninggal dunia 51 orang.

Penulis : Iduy.YD
Editor  : Azwar Lazuardy

 

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close