BogorianNews

Ditinjau Mensos, Dedie Sebut Ada 10 Ribu Warga Kota Bogor Belum Menerima Bansos

loading...

BRO. Menteri Sosial (Mensos) RI, Juliari P. Batubara bersama Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memastikan penyaluran dana bantuan sosial bagi warga terdampak pandemi di Kota Bogor berjalan sesuai harapan.

Dia meminta seluruh pemerintah daerah tetap konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pada saat pendistribusian bantuan sosial.

“Tugas saya kelapangan setiap hari untuk memastikan kegiatan penyaluran dana bantuan sosial bagi warga terdampak telah sesuai dengan harapan dan tetap menjalankan protokol kesehatan,” ujar Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara yang didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat meninjau langsung penyaluran bantuan sosial di Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis (28/05/2020).

Baca Juga: Lurah di Kota Bogor Ini Ungkap Alasan Banyaknya Penerima Ganda Bansos

Saat proses penyaluran bantuan sosial, Juliari meminta pemerintah di daerah harus tetap konsisten dalam melaksanakan protokol kesehatan di berbagai kegiatan.

Dalam kunjungannya ini, Mensos menilai bahwa Pemkot Bogor masih konsisten menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan penyaluran bantuan sosial.

“Kita tidak ingin, mentang-mentang ini kegiatan penyaluran bansos terlihat berkerumun. Kita lihat bersama, Pemkot Bogor sudah baik sekali lantaran bisa mengatur antrian warga yang terdaftar sebagai penerima manfaat bantuan sosial ini,” katanya.

Saat ini, sedikitnya ada 575 warga terdampak Covid-19 yang antri bergiliran di Kelurahan Cilendek Timur. Mereka semua, terdata di Kementerian Sosial sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Baca Juga: Pemkot Bogor Akui Ada 6000 Penerima Ganda Bansos

Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyebut, dari total kuota sebanyak 23 ribu warga penerima manfaat bantuan sosial, saat ini tinggal tersisa 10 ribu yang belum menerima bantuan. Jumlah sisa tersebut, hingga saat ini masih dalam tahapan penyortiran. Sebab, dilapangan banyak ditemukan penerima ganda atau dua orang penerima bantuan dalam satu keluarga.

“Dari total kuota 23 ribu KPM itu masih tersisa sekitar 10 ribu warga penerima manfaat bansos dari pemerintah yang belum tersalurkan. Banyak temuan dilapangan bahwa penerima manfaat dari bansos yang tidak tepat sasar. Oleh karena itu, kedepan kami akan terus melakukan filter penerima bantuan sosial agar tepat sasaran,” tambahnya.

Dalam kunjungan Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara ini, Dedie turut didampingi pula Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Anggraeny Iswara, Camat Bogor Barat, Juniarti Estiningsih beserta aparat wilayah setempat.

Penulis: Redaksi Si Bro
Editor: Hari YD

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close