BogorianNews

Indocement Berikan Solusi Hemat Listrik di Masa Pandemi Bagi Warga Desa Mitra

loading...

BRO. Pada masa pandemi saat ini konsumsi listrik golongan rumah tangga cenderung naik bahkan bisa melonjak hingga 100 persen. Tingginya penggunaan listrik disebabkan sejumlah faktor, diantaranya himbauan work from home (WFH) atau school from home (SFH), menyusul penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kenaikan tersebut tidak terlepas dari aktivitas masyarakat yang lebih dominan berada di rumah. Kondisi itu membuat penggunaan alat elektronik seperti pendingin ruangan, komputer, televisi, dan lampu menjadi meningkat dan kemudian berkontribusi terhadap naiknya tagihan listrik.

Tingginya konsumsi energi membuat masyarakat harus mengeluarkan uang ekstra, sementara kondisi ekonomi akibat Covid-19 anjlok total. Melihat kondisi tersebut, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) Kompleks Pabrik Citeureup menggandeng Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Berhias di Desa Gunung Sari untuk melaksanakan “proyek percontohan penghematan konsumsi listrik di rumah”.

Menurut CSRS Division Manager Indocement, Sahat Panggabean, program pertama yang dilaksanakan adalah sosialisasi “Langkah Praktis Hemat Energi di tengah Pandemi Covid-19” pada 24 Juni 2020 kepada 20 orang perwakilan tim Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Berhias dan masyarakat Desa Gunung Sari di Gedung I-SHELTER, Kompleks Pabrik Indocement Citeureup dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Langkah kedua yang dilakukan adalah menjadikan dua rumah warga di KRL Berhias yaitu rumah Bapak Waluyo dan Ibu Anih sebagai “rumah percontohan hemat energi,” kata Sahat.

Ia menyebut, Indocement memberikan bantuan dua set lampu hemat energi light emitting diode (LED) selain itu, Indocement juga melakukan pencatatan dan pemantauan konsumsi listrik selama tiga bulan pasca penggantian lampu LED.

“Pasca penggantian lampu LED, hasil penelitian menunjukan bahwa dalam keadaan normal, penggantian lampu berhasil menurunkan konsumsi listrik di rumah tangga secara signifikan, seperti yang dialami oleh Bapak  Waluyo,” kata dia.

Tidak jauh berbeda dengan Bapak Waluyo, Ibu Anih yang anaknya sedang menjalani School from Home (SFH), turut merasakan adanya penurunan jumlah konsumsi listrik dibandingkan dengan sebelum penggunaan lampu LED.

Adapun Ibu Anih mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan Indocement dalam upaya penghematan energi listrik. “Saya sangat berterima kasih, karena dengan diganti pakai lampu LED beban penggunaan listrik bisa berkurang,” ucapnya.

Sahat menambahkan, langkah selanjutnya Indocement menjadwalkan akan kembali memberikan sosialisasi dan bantuan serupa untuk KRL lain di desa mitra.

“Kami berharap dengan adanya upaya Indocement melakukan sosialisasi pengurangan konsumsi energi di desa mitra melalui penggunaan lampu LED, akan bermanfaat bagi lingkungan membantu warga mengurangi beban biaya membayar tagihan listrik yang meningkat di masa pandemi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, selama masa pandemi COVID-19, Indocement Kompleks Pabrik Citeureup telah melakukan beragam kegiatan untuk masyarakat, diantaranya Penyuluhan kesehatan mengenai Covid-19 dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Februari 2020, Pembagian alat disinfektan dan peralatan cuci tangan, Bantuan beras dan paket sembako, Program pemberian makanan tambahan.

 

Penulis : Redaksi
Editor    : Azwar Lazuardy

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close