Bogorian

Ini Perlengkapan Canggih yang Dipakai BIN Mendeteksi Corona di Bogor

loading...

BRO. Ada yang beda dalam kegiatan uji cepat (rapid test) maupun uji usap (swab test) di Jalan Bata, kawasan Suryakancana, Pasar Bogor, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (11/05/2020).

Pasalnya, kegiatan yang bertujuan untuk mendeteksi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di salah satu pusat keramaian di Kota Bogor itu melibatkan Badan Intelejen Negara (BIN) itu dilengkapi peralatan canggih. Mulai dari Alat Pelindung Diri (APD) hingga kendaraan atau Mobie Laboratorium.

“Di dalam mobile laboratorium itu dilengkapi sejumlah peralatan seperti Bio Safety Cabinet (BSC), Thermo Scientific TSC Series (Freezer) Thermomixer, Rotor-Gene Q, Centrifigue 5424 R, Mikropipet, dan westafel pencuci tangan,” kata Sekretaris Utama BIN Komjen Pol Bambang Sunarwinowo dalam keterangan pers tertulisnya saat meluncurkan mobile sebagai sarana untuk menjangkau daerah-daerah yang rawan terjangkit virus corona Covid-19, Rabu (06/05/2020) lalu.

Pihaknya berharap dengan gencarnya rapid dan swab test yang dilakukan BIN ke sejumlah lokasi di Jabodetabek bisa mendeteksi orang-orang yang berpotensi terpapar Covid-19.

Ia juga sempat membeberkan keungulan mobile laboraturium yang dilengkapi alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) canggih sesuai standar kesehatan.

“PCR Test diklaim mampu mendeteksi 70-100 persen, namun diprioritas untuk orang yang berisiko,” ujarnya.

Selain itu, mobil ini juga dilengkapi dengan alat uji cepat atau rapid test Covid-19. Pihaknya telah menyiapkan empat unit mobile laboraturium dengan kapasitas uji 1.248 sampel per hari, yang digunakan untuk melakukan sejumlah testing ke daerah Jakarta dan sekitarnya.

“Dengan begini bisa masuk ke daerah pelosok yang daerahnya sulit dijangkau. Jadi istilahnya kami jemput bola,” ucapnya.

Selain mobile laboratorium, personil BIN yang melakukan pemeriksaan terhadap ratusan pedagang dan pengunjung di Pasar Bogor mengenakan APD berbeda, baik warna pakaian maupun helm.

Terkait Helm yang dikenakan personil BIN itu keunggulannya dilengkapi dengan Thermal KC Wearable yang dapat mendeteksi suhu tubuh seseorang.

Pasalnya, helm canggih itu sangat membantu petugas dalam mengecek suhu tubuh peserta yang akan mengikuti rapid test. Sehingga petugas tidak perlu lagi kontak fisik dengan peserta.

Selain itu, Helm Thermal KC Wearable juga tersambung ke monitor yang bisa melihat langsung suhu tubuh. Apabila suhu di atas 36 derajat, maka pada tampilan monitor tubuh orang tersebut akan terlihat sangat merah. “Alat ini bisa mengecek suhu hingga 10 meter jaraknya, jadi tidak perlu lagi memakai termometer tembak,” ujarnya.

Tak hanya itu, Helm ini bekerjanya ketika suhu tubuh seseorang di atas normal, maka orang tersebut bakal menjalani tes dengan metode molekuler atau PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mengetahui positif atau tidaknya seseorang terhadap Covid-19.

Kecanggihan, peralatan yang dibawa BIN dalam mendeteksi Covid-19 di Pasar Bogor cukup efektif. Pasalnya, dari 500 pedagang dan pengunjung yang menjalani rapid test, ada tiga orang reaktif (terindikasi positif Covid-19) sehingga harus melanjutkan swab test saat itu juga.

Alhasil, satu orang lelaki terkonfirmasi dinyatakan positif Covid-19 yang diketahui profesinya sebagai pedagang.

“Informasi dari tim BIN yang sudah terverifikasi positif corona hasil swab test di Pasar Bogor yaitu 1 orang dan kemungkinan profesinya pedagang dan ber KTP Kabupaten Bogor. Sekarang lagi mau dilacak oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya dulu,” kata Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim.

Penulis : Redaksi Si Bro
Editor : Hari Y

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close