BisnisBogorianNews

Pedagang Panik, Pasar Warung Jambu Terbakar, Belasan kios Ludes di Lalap Sijago Merah

BRO. KOTA BOGOR – Sedikitnya 15 kios di Pasar warung Jambu Kota Bogor, menjelang subuh, ludes dilalap si jago merah. Kobaran api yang begitu cepat membuat panik sejumlah pedagang di sana, Senin (13/6), sekitar pukul 04.30 WIB.

Seorang saksi dilokasi kejadian menyebutkan, kebakaran itu bermula dari api kecil yang dengan cepat merambat ke arah kios Frozen dan Baju sehinga merabat ke 15 kios lainnya yang berada menempel pagar pembatas bantaran sungai hangus terbakar.

Kobaran api yang terus melumat seisi kios emperan di Pasar warung Jambu itu, berhasil dipadamkan setelah 5 unit mobil Pemadam kebakaran (Damkar) Kota Bogor, berjibaku menjinakkan kobaran api.

Hingga saat ini, belum diperoleh kerugian materi akibat peristiwa kebakaran belasan kios di Pasar Warung Jambu yang direncanakan sebagai salah satu Pasar Induk di Kota Bogor dengan kemudahan fasilitas transportasi .

Beginilah kondisi belasan kios yang terbakar di Pasar Warung Jambu , Senin (13/6) subuh. Foto : SiBro

Untuk diketahui, Pasar Warung Jambu belum sepenuhnya bisa beroperasi sebab sebagian lahan pasar tersebut masih bermasalah terkait kasus Angkahong. Maka dari itu kegiatan aktivitas pasar lebih cenderung berada di bagian depan pasar hingga fasilitas badan jalan pun dimanfaatkan pedagang menjadi kios.

Namun sayangnya keberadaan kios emperan di pagar pembatas bantaran sungai dibuat seadanya sehingga tidak memperhatikan estetika dan bahaya apabila terjadi kebakaran.

Kondisi kios emperan di Pasar Warung Jambu seakan dibiarkan semakin menjamur  sejak tahun 2010. Padahal para pedagang itu sebenarnya binaan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) yang tengah merencanakan revitalisasi sejumlah Pasar Tradisional di Kota Bogor.

“Secara estetika dan program akan disesuaikan pada revitalisasi yang sedang dalam perencanaan,”ujar Direktur Utama (Dirut) Perumda PPJ, Muzakkir ketika dikonfirmasi bogornetwork.com, melalui telpon seluler, Senin (13/6) pagi.

Bahkan Muzakir menyatakan prihatin dan duka mendalam terhadap korban atas terjadinya musibah tersebut.

Dia juga mengaku sejumlah kios di pasar tersebut mudah terbakar karena terbuat dari bahan kayu dan papan. Mereka juga telah terdata dalam program revitalisasi pasar.

“ Kios – kios tersebut masuk dalam pendataan pada Revitalisasi Pasar Warung Jambu yang sedang dalam Perencanaan intens,” kilahnya

Muzakkir berharap kepada para korban untuk tetap tabah atas musibah di saat pandemi hampir berakhir. Pasalnya, seharusnya itu menjadi momentum para pedagang untuk meningkatkan pendapatannya.

Akibat peristwa kebakaran yang meluluhlantahkan 15 kios emperan itu, belasan pedagang tak lagi bisa berjualan.

” Ya atas kejadian ini Perumda PPJ akan membuka komunikasi kepada para korban, untuk mengambil langkah solusi terhadap kejadian tersebut,” terang Muzakkir.

Penulis   : Dody
Editor     : Adjet

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close