Bogorian

Pemuda Gunungputri Bogor Bantu Dapur Tetangga

Wabah Corona

loading...

Bro, Pemuda RW 09 dan 10 Desa Karanggan, Kecamatan Gunungputri Kabupaten Bogor memiliki inisiatif yang mulia di tengah pandemi virus korona ini. Berbekal inisiatif untuk bertanya teman dan tetangga yang kesulitan kebutuhan pangan, mereka mencoba menggalang dana dan memberikan sembako untuk membantu sesama.

Semenjak pandemi virus korona mewabah di bumi pertiwi, perenggangan sosial menjadi salah satu solusi yang diimbau oleh pemerintah. Hampir semua warga dianjurkan untuk tetap di rumah agar bisa mengurangi pertemuan dengan orang lain dan membatasi penyebaran virus korona. Tagar #dirumahaja juga menjadi hal yang ramai di dunia maya.

Namun, perlu Bro ketahui bahwa tidak semua orang bisa #dirumahaja, apalagi bagi mereka yang merupakan tulang punggung keluarga dan pekerja harian, belum lagi yang merupakan pengangguran. Kondisi ini juga memengaruhi pemasukan keluarga dan kebutuhan pangan.

Berangkat dari keadaan itu, Bro, pemuda di RW 09 dan 10 Desa Karanggan, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor yakni Tio, Fernando, Cahya, Rio dan Ale memiliki inisiatif untuk membantu teman dan tetangga yang memiliki masalah pondasi dapur.

“Di tengah keadaan ini kita juga khawatir bahwa ketahanan pangan keluarga dapat menjadi masalah baru. Oleh karena itu kami tanya teman-teman di grup rumah dan ternyata ada yang sedang tidak bekerja dan sudah kesulitan kebutuhan pangan. Padahal dia tulang punggung keluarga,” kata Tio kepada Redaksi Si Bro pada hari Selasa (31/3/2020).

Bro, Fernando dan Cahya juga menambahkan bahwa ketika mendengar kabar itu mereka merasa sedih dan langsung mengajak kawan-kawan lainnya untuk patungan.

“Alhamdulillah terkumpul dana dan langsung kami belikan beras, minyak goreng, telur, dan mi instan,” kata Cahya.

Rio juga menambahkan bahwa akan terus mencari tetangga dan teman-teman di wilayahnya yang memiliki masalah pondasi dapur dan akan berusaha menyalurkan bantuan.

Ale juga berharap agar semakin banyak yang peduli dengan tetangganya karena kondisi perenggangan sosial ini jangan sampai malah membunuh jiwa sosial anak muda.

Penulis: Robby Firliandoko
Editor: Adi Kurniawan

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close