BogorianIndeksNewsPolitika

Penerima Anugerah PWI Kota Bogor, Dinobatkan Sebagai Pejuang Kemanusiaan dan kesetiakawanan Sosial

Bima Arya ; Perang Lawan Covid-19 Belum Selesai. Warga Kota Bogor Masih Banyak Yang Terpapar.

loading...

BRO. Sejumlah Relawan kemanusian yang peduli terhadap warganya akibat pandemi Covid-19, dianugarehkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor Kota Bogor, sebagai pejuang kemanusiaan dan kesetiakawanan sosial.

Apresiasi penghormatan dan penghargaan bagi mereka, yang dinobatkan sebagai pejuang kemanusiaan dan kesetiakawanan sosial, dinobatkan pada acara Malam Anugerah PWI Kota Bogor 2020, di Museum PETA Bogor, bertepatan dengan hari kesetiakawan sosial, Jum’at (11/12).

Suasana haru hanyut menyelimuti para nominasi dan audiens ketika MC mengumumkan sejumlah nama nominasi peraih Anugerah PWI Kota Bogor, dari kelompok masyarakat, komunitas, profesi maupun individu yang berjasa sebagai pahlawan dan pejuang melawan Covid-19 termasuk pejuang kesetiakawanan sosial di Bogor.

Sejumlah kategori dan nominasi, yang ditetapkan panitia adalah Kategori Pejuang Kesehatan, Pejuang Kemanusiaan dan Pejuang Filantropi.

Baca Juga :Pemkab Bogor Berburu Vila dan Penginapan Liar Di Puncak Bogor, Sebagai Target Pajak.

Kategori Pejuang kesehatan diberikan kepada Almarhum Drg. Yuniarto Budi Santosa. Drg. Yuniarto (alm), tenaga medis tim kesehatan Kota Bogor yang meninggal karena covid-19. Kemudian pejuang kesehatan lainnya diberikan kepada Dr. Marthino Robinson dan Perawat Ria Aprianthi termasuk PMI Kota Bogor.

Tokoh Pers Nasional, Margiono menyerahkan penghargaan kepada Tokoh Nasional Kesetiakawanan Sosial.Edy Soeparno pada acara Malam Anugerah PWI Kota Bogor (11/12).Foto ; Si Bro.

Di kategori Pejuang Kemanusiaan diberikan kepada pegiat kemanusiaan, Anita P Mongan dengan tangan dinginnya memberdayakan usaha mikro produksi masker termasuk memberikan alat bantu bagi disabelitas.

Begitu pula Pejuang Kemanusian dipersembahkan kepada “Posko 13 ” Kelurahan Curug Bogor Barat yang senantiasa menyediakan stok pangan bagi OPD selama pandemi Covid-19.

Pejuang Kemanusian juga layak diberikan kepada organisasi sosial kemanusian Indonesia Tionghua ( INTI) di Jalan Roda Babakan Pasar, yang secara rutin membagikan 1000 paket sembako dan masker serta sabun.

Untuk Kategori Pejuang Filantropi diberikan kepada Rachmat Achyar Faizal ( Driver online) dengan membagikan sembako untuk wargalebak kantin yang terdampak pandemi Covid-19.

Baca Juga : GOR Pajajaran Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat, Akibat Kasus Positif Covid-19 Di Kota Bogor Terus Meningkat

Pejuang Filantropi juga pantas untuk kelompok masyarakat “Bogor Mengabdi” Bantar Jati Bogor Utara yang terus menerus memberikan edukasi kepada masyarakarat tentang Covid-19 serta membagikan alat protokol kesehatan.

Sedangkan para penyandang cacat di Yayasan Disabelitas Bogor, dinilai pantas diberikan penghargaan sebagai Pejuang Filantropi

Panitia Anugerah PWI Kota Bogor foto bersama Tokoh Pers Nasional MARGIONO yang juga Ketua Dewan Penasehat PWI Pusat. (11/12)Foto ; SiBro.

PWI Kota Bogor juga memberikan Bintang Jurnalistik kepada wartawan Reza Zurifwan dari media siber InilahKoran.com , sebagai wartawan peduli pandemi, untuk Kategori Cipta Panita Biwara.

Untuk kategori Tokoh Nasional Kesetiakawanan Sosial diberikan kepada Edy Soeparno.

Dalam kesempatan itu, Edy Soeparno mengaku terkejut mendapat pengharg aan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada PWI dan berharap semua pihak turut bahu membahu dalam melawan Covid-19. Mengingat masih banyak warga yang tak percaya dengan Covid-19.

Masih untuk kategori Tokoh Kesetiakawanan Sosial. Bupati Bogor Ade Yasin, langusng memberikan penilaian dan usulan untuk Tokoh Kesetiakawanan Sosial di Kabupaten Bogor adalah Aditya Prayoga, pemilik rumah makan di Ciangsana Gunung Putri kabupaten Bogor, yang memberikan makanan gratis di masa pandemi Covid-19.

Acara malam Anugerah PWI Kota Bogor yang disiarkan secara Streaming ini, cukup mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat dan menyita perhatian pegiat sosial di Bogor.

Dalam sambutannya , Walikota Bogor Bima Arya mengapresiasi PWI Kota Bogor berinisiatif memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para pejuang di masa pandemi.

” Bukan untuk mempopulerkan orang-orang itu , tapi untuk menambah semangat kita bahwa kita insya Allah akan menang melawan Covid-19,” paparnya.

Menurutnya perang melawan Covid-19 masih jauh dari kata selesai. Warga Kota Bogor masih banyak yang terpapar.

Bersyukur di saat yang sama ada orang yang menjadi pahlawan. Bahkan mereka yang mengambil risiko kehilangan nyawanya untuk menyelamatkan banyak orang.

“Sulit memang mencarinya. Karena pahlawan sejati tidak ingin ditemukan, dan tidak mau untuk dikenal,” ungkap Bima.

Musisi Muda Keroncong Merdeka dan Tari Kontenporer, oleh penari Shela Dwiananda sempat menghibur penonton di Malam Anugerah PWI Kota Bogor di Museum PETA Bogor (11/12) Foto; SiBro

Sementara ketua PWI Kota Bogor.Aritha Utama Surbakti.mengatakan penerima penghargaan ini dirumuskan dan ditetapkan oleh dewan juri dan panelis. Semuanya berasal dari akademisi, jurnalis senior dan praktisi yang terkait dengan tema Kesetiakawanan.

“ Penghargaan ini bisa menjadi apresiasi bagi kawan-kawan yang telah dan terus berjuang. Bahkan anugerah PWI ini dapat menjadi dorongan untuk kita semua agar terus semangat dalam berjuang dan kita pasti menang,” pungkas Aritha.

Selain Wali Kota Bogor Bima Arya, Sekda kota Bogor Syarifah Sofiah , Dandim 0606 Kota Bogor, Hadir juga tokoh pers nasional yang juga mantan Ketua Umum PWI Pusat Margiono serta Sekjen PAN Eddy Soeparno termasuk dan  tokoh Pers Bogor , Haziarin Sitepu ( Radar Bogor) dan insan pers di Bogor.

Begitu pula sejumlah pengusaha seperti PT. Milagros Indonesia Megah, Sumarecon, PT Hero Supermarket Tbk. dan Bank Jabar (BJB) serta PT. Randu Alas – Developer Perumahan Pesona Alam Dramaga yang memberikan kemudahan kredit KPR/BTN , tanpa uang muka (DP) bagi wartawan anggota PWI termasuk pengusaha Bogor yang peduli terhadap kegiatan ini.

Acara Malam Anugerah PWI Kota Bogor, yang berlangsung meriah dengan tetap mengikuti Protokol kesehatan itu juga diisi dengan Seniman muda “Keroncong Merdeka” dan Musikalisasi Puisi dari UKM Seni dan Budaya Universitas Pakuan Bogor serta penampilan Shela Dwiananda dengan Tari Kontenporernya yang sempat memukau penonton.

Penulis : Iduy.YD
Editor : Azwar Lazuardy

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close