BogorianNews

Polres Bogor Ungkap Jaringan Peredaran Narkoba dan Meringkus 14 Pengedar/Bandar Narkoba.

loading...

BRO. Jajaran Satuan Narkoba Polres Bogor, berhasil mengungkap sejumlah jaringan narkoba di wilayah Kabupaten Bogor. Dari 11 kasus peredaran Narkotika, berhasil diamankan 14 pengedar maupun bandar narkoba jenis sabu, ganja Gorila dan ganja kering.

” Dari para pengedar maupun bandar narkoba, kami berhasil menyita 81,6 gram sabu, 14,21 gram ganja dan 31,85 gram ganja sintetis gorilla,” ungkap Kapolres Bogor AKBP Harun kepada wartawan, Rabu (27/1).

Operasi narkoba yang dilakukan Sat Narkoba Polres Bogor,  di sejumlah wilayah  kabupaten Bogor dilakukan selama dua minggu ( 12 s/d 26 Januari 2021) dengan sasaran para pengedar dan bandar narkoba.

Menurut AKBP Harun, jajaran Sat Narkoba secara rinci berhasil mengungkap 7 kasus peredaran narkotika jenis sabu, 1 kasus peredaran ganja, dan 2 kasus peredaran ganja sintetis gorilla.

Dalam penangkapan para pengedar dan bandar narkoba, salah satunya seorang ibu rumah tangga DH (32) yang menjadi kaki tangan suaminya ES (35) yang kabur saat penangkapan di rumahnya, di Cisarua, Puncak Bogor.

Pengakuan DH, barang haram jenis sabu itu milik suaminya ES, yang diketahui sebagi bandar sabu itu, diedarkannya  khusus di kawasan Cisarua Puncak  Bogor dengan cara ditempel di suatu tempat.

“Dari penggeledahan di rumah DH, petugas menemukan seberat 37,24 gram sabu. Suaminya ES ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang),”jelas Kapolres. AKBP Harun.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Chandra Wijaya menjelaskan tren penjualan narkotika di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, masih didominasi  narkoba jenis sabu-sabu, kemudian tembakau sintetis atau gorila, dan peredaran  ganja kering.

“Ya, kami punya cara khusus dalam mengungkap peredaran narkotika dengan sistem tempel tersebut,”ungkap AKP Chandra Wijaya

Kepada para tersangka pengedar dan bandar narkoba , bakal dijerat dengan Pasal 112, 113 ayat (2) dan atau, 114 ayat (2) dan atau 112 ayat (2) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda pidana minimal Rp. 800 juta maksimal Rp.10 miliar.

Editor  : Azwar Lazuardy

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close