BogorianFeatureNews

Rejeki Disaat PPKM Darurat,  Sang Joki Nekad Jajakan Diri Di Tol Jagorawi Bogor.

loading...

Disaat pemberlakuan PPKM Darurat, ada sebagian kecil warga di seputaran Ciawi – Gadog , Kabupaten Bogor, nekad menjajakan dirinya  di  Area Tol Jagorawi Bogor sebagai joki (pemandu jalan tikus) di jalur Puncak Bogor, tanpa khawatir terhadap penyebaran virus Corona yang bisa mengancam keselamatan jiwa maupun keluarganya.

BRO. Ada pemandangan berbeda ketika melintas di Tol Jagorawi Bogor selepas Pintu keluar (gate) Tol Ciawi Bogor, ditengah pemberlakuan  PPKM Darurat  dengan penyekatan kendaraan di Simpang Gadog Kabupaten Bogor dalam upaya menekan mobilitas masyarakat hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Beberapa pria yang menyebutnya dirinya sebagai Joki (pemandu Jalur tikus) di kawasan Puncak Bogor terlihat nekad menjajakan dirinya di area terlarang jalan Tol Jagorawi menuju pintu keluar Simpang Gadog Kabupaten Bogor.Sabtu (10/7) sore.

Kegiatan menjadi joki,  sudah biasa mereka lakukan  apabila di simpang Gadog tengah diberlakukan pengaturan lalulintas sistem buka tutup satu arah (one way) oleh polisi, sebagai upaya mengurai kemacetan di jalur Puncak, menjelang libur Sabtu-Minggu dan hari libur lainnya.

Namun kali ini, para joki memanfaatkan kegiatan penyekatan kendaraan di simpang gadog sebagai peluang usaha mencari rejeki sebagai joki disaat pemberlakuan PPKM Darurat.

Inilah aktivitas Para Joki ditengah diberlakukan PPKM Darurat dengan penyekatan kendataan di Simpang Gadog , Sabtu (10/7) sore..Foto : dok.SiBro

Dari kejauhan sudah terlihat beberapa pria bertopi berjejer di badan jalan Tol , sambil melambaikan tangan sebagai isyarat kepada pengendara yang tengah melintas bahwa di Simpang Gadog, ada penyekatan kendaraan menuju Puncak.

Singkatnya, sang joki bisa sebagai penunjuk jalan jalur tikus menuju Puncak agar lolos dari pemeriksaan petugas yang sedang melaksanakan pemberlakuan PPKM Darurat dengan penyekatan kendaraan disejumlah titik lokasi menuju kawasan wisata Puncak Bogor.

“Puncak ditutup pak, ada pemeriksaan dan penyekatan kendaraan di Simpang Gadog. Tapi ada jalan khusus ke Puncak bebas dari petugas,” ujar Joki itu ketika sebuah kendaraan mendekatinya.

Bahkan sang joki itu bisa meyakinkan pengendara mobil bahwa dirinya mengetahui jalan-jalan jalur tikus dan aman dari pemeriksaan petugas.

” Biar sama saya (joki) tunjukkan jalannya ke puncak,”celetuk sang Joki agar meyakinkan salah seorang pengendara dengan dua penumpang yang tengah bingung lantaran bakal di putar balik oleh petugas di simpang Gadog karena hanya ingin rekreasi ke Puncak dimasa PPKM Darurat saat ini.

Sedangkan soal tarif jasa joki sebagai pemandu jalan, sangat tergantung kesepakatan setelah joki berada bersama pengendara di dalam mobil menuju tempat sesuai tujuan pengendara.

” Itu mah kadang sarido na (seikhlasnya) ajah pak. Kadang di dalam mobil sudah disepakati ongkos jasa sebagai pemandu jalan sampai ke tempat tujuan di kawasan Puncak. biasanya dikasih 100 sampai Rp. 150 ribu, ada juga yang ngasih seikhlasnya, ya rejekinya segitu pak,” ujar Oman seorang joki ditemui bogornetwork.com, Sabtu (10/7) sore.

Diakui Oman, ngompreng menjadi joki pemandu jalan tikus menjadi kerjaan sampingan selain sebagai buruh serabutan. Namun disaat Pandemi Covid-19, himpitan ekonomi senantiasa menghantui oman beserta istri dan dua orang anaknya.

“Klo sebelum ada pembatasan kendaraan ke puncak, alhamdulillah ada aja rejeki untuk menyambung hidup ditengah pandemi Covid-19,” keluhnya

Namun ironisnya , disaat pemberlakuan PPKM Darurat, ada sebagian kecil warga di seputaran Ciawi Gadog Kabupaten Bogor, menebar pesona untuk mengais rejeki dengan memberanikan diri menjadi joki (pemandu jalan tikus) di jalur Puncak Kabupaten Bogor, tanpa khawatir tertular penyebaran virus Corona yang bisa mengancam keselamatan jiwa maupun keluarganya.

Editor : Azwar Lazurady

 

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close