BogorianNews

Risiko Penularan Covid-19 di Bogor Masih Tinggi, Bupati Gagap Hadapi Fase New Normal 

loading...

BRO. Lantaran angka kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 masih tinggi, Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan belum siap menghadapi fase normal baru (new normal). Sehingga belum ada kebijakan khusus yang fokus mengatur new normal paska penerapan PSBB yang akan berakhir Jumat (29/05/2020).

“Dari analisis epidemiologi, kita harus mencermarti kondisi grafik positif Covid-19, apakah penurunan ini benar-benar terjadi atau sementara,” kata Ade, kemarin.

Kemudian, ia melanjutkan, hingga saat ini Pemkab Bogor juga masih menganalisa Reproductive Number (R0) dan Effective Reproduction Number (Rt) atau tingkat penularan dari orang ke orang.

“Sampai 19 Mei 2020, angka Rt di Kabupaten Bogor berada di kisaran 1,2 atau lebih besar dari satu. Kita berupaya menekan Rt sampai kurang dari satu,” katanya.

Namun demikian, Ade berharap dalam perpanjangan PSBB tahap 4 yang akan berakhir Jumat (29/05/2020) ini, tidak ada penambahan kasus positif baru.

Berdasarkan data monitoring Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, total kasus positif Covid-19 mencapai 180 orang. Angka itu stagnan selama tiga hari berturut-turut. Tak ada penambahan kasus-kasus positif Covid-19 di semua wilayah Kabupaten Bogor selama tiga hari terakhir.

Bahkan, hampir separuh kecamatan di Kabupaten Bogor sudah memasuki zona merah. Peningkatan hanya terjadi pada Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Jumlah PDP yang meninggal juga terus bertambah. Hanya dalam tiga hari terakhir, kenaikannya mencapai sembilan orang.

Penulis: Redaksi Si Bro
Editor: Hari YD

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close