BisnisBogorianFeatureNews

RSIA Bunda Suryatni Semakin Ramah dan Bersahabat

loading...

BRO. Keberadaan Rumah Sakit Ibu & Anak Bunda Suryatni yang berada di kawasan flay over Jalan Soleh Iskandar Tanah Sareal Kota Bogor pada 15 November 2020 mendatang genap berusia 6 tahun. Rumah sakit khusus ibu dan anak yang bernuansa Islami terus berkomitmen menjaga pelayanan prima, yang ramah dan bersahabat.

Direktur Utama RSIA Bunda Suryatni, Dr.Alfathdry, Sp.OG menceritakan, untuk memotivasi pasien terus menjaga kesehatan, juga melakukan pendekatan dakwah. Selain itu, dalam memberi pelayanan kesehatan, RSIA Bunda Suryatni senantiasa mengedepankan keselamatan jiwa ibu bersama bayinya.

“Melayani dengan ramah dan bersahabat, ini menjadi motto dalam melayani pasien maupun keluarga pasien,” kata Dr.Alfathdry kepada bogornetwork.com di kantornya, Minggu (8/11).

Baca Juga :Kecelakaan Maut Di Jalur Wisata Puncak Bogor , 5 Orang Tewas Dan 12 Luka-luka

Pelayanan kesehatan di RSIA Bunda Suryatni, tidak hanya sebatas persalinan.tapi sudah memiliki 35 TT, HCU, NICU, PICU dan didukung tenaga medis berpengalaman dan juga dokter yang memiliki pengalaman dibidangnya seperti dokter sepesial anak, dokter spesialis kebidanan & kandungan.Termasuk dokter penyakit dalam dan dokter spesialis bedah dan dokter IGD 24 jam.

“Di Rumah Sakit Bunda Suryatni, ada juga pelayanan terapis totok wajah, senam hamil dan yoga termasuk pijat bayi dan home care,” ujar Dr.Alfathdry, Sp.OG

Ruang Tunggu bagi keluarga pasien untuk penyelesaian administrasi pasien di RSIA Bunda Suryatni Bogor,nyaman dan bersih. Foto ; SiBro

Masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan , bisa ke Poliklinik RSIA Bunda Suryatni dengan memiliki 6 pelayanan kesehatan yaitu Spesialis Kandungan, Spesialis Anak, Spesialis Konservasi Gigi, Spesialis Anastesi dan Spesialis Penyakit Dalam serta Spesial Bedah.

” Semua pasien peserta BPJS, kami layani dengan baik tanpa dibeda-bedakan dengan pasien asuransi,”katanya.

Menyinggung adanya pasien reaktif ketika dilakukan rapid tes, secara medis, tim dokter segera melakukan kesamaan pendapat dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor sehingga apabila dilakukan tindakan operasi tidak memberikan dampak bagi pasien maupun bayinya.

Direktur RSIA Bunda Suryatni .Dr.Alfathdry, Sp.OG tengah foto bersama bunda LILIS ,keluarga Pasien yang memberikan penghargaan ucapan terima kasih berupa karangan bunga atas pelayanan baik dan ramah terhadap pasien persalinan di rumah sakit Bunda Suryatni Bogor, (8/11). Foto ;SiBro

” Seperti yang kami tangani terhadap pasien Yuli. Operasi Cesar terhadap pasien berjalan lancar,” ungkap Dr.Alfathdry, Sp.OG yang langsung menangani persalinan pasien Yuli yang sebelumnya dilakukan rapid tes.

Sementara Humas RSIA Bunda Suryatni, Maisyaroh menambahkan dihari ulang tahunnya ke 6, berbagai kegiatan internal maupun aksi sosial akan dilakukan dengan menyantuni anak yatim dan membagikan paket sembako bagi warga di sekitar RSIA Bunda Suryatni, di kelurahan Cibadak Tanah Sareal Kota Bogor.

” Bantuan yang kami berikan sebagai rasa peduli berbagi kasih untuk warga sekitar yang terdampak pandemi Covid-19,”ujarnya

Sedangkan kegiatan internal, ditandai acara syukuran dan potong tumpeng yang diikuti semua karyawan baik tenaga medis,para dokter maupun karyawan administrasi.

“Hari ini Minggu (8/11), semua karyawan melakukan outbond dikawasan Sentul dengan tetap memperhatikan Protokol kesehatan bahkan semua perserta dilakukan rapid tes,” pungkas Maisyaroh.

Bahkan menjelang hari ulang tahunnya ke 6, RSIA Bunda Suryatni mendapat kado istimewa dari keluarga pasien berupa karangan bunga atas pelayanan baik dan ramah terhadap pasien.

” Saya berterimakasih kepada Tim dokter yang melakukan operasi Cesar anak saya dengan pelayanan baik. Alhamdulillah ibu dan bayinya sehat dan sore ini, sudah boleh pulang,” ungkap Mamih Lilis dengan sumringah ketika menjemput cucunya di Rumah Sakit Bunda Suryatni Minggu (8/11) sore.

Bahkan Bunda Lilis mengapresiasi kebijakan rumah sakit seperti yang diutarakan Dr.Dr.Alfathdry, Sp.OG yang mengedepankan keselamatan nyawa pasien ketimbang urusan biaya persalinan. Apalagi terhadap pasien dari keluarga miskin yang harus membayar biaya persalinan.

Penulis : Rizky Multri Rayasa
Editor   : Azwar Lazuardy

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close