BogorianKomunitasNews

Saeful Warga Ciomas Bogor, Wujudkan Menabung Air Hujan dengan Sejuta Biopori

loading...

BRO. Teknologi serapan lubang biopori yang diperkenalkan oleh pakar lingkungan Kamil R Brata, dosen Fakultas Pertanian IPB  University, kini gaungnya semakin kurang populer sebagai langkah  pencegahan banjir dan kelangkaan air.

Meski demikian, sebuah gerakan biopori justru sangat bermakna ketika sebut saja pegiat lingkungan, Saeful yang ternyata sebagai pelopor penggerak resapan biopori. Manfaat lubang biopori ternyata diperkenalkannya dari rumahnya sendiri lalu mengajak warga sekitar di tingkat RT dan kemudian mewujudkannya sejuta biopori se-jabotabek.

“Iya benar. Justru mau kita galakkan kembali jadi sebuah gerakan warga untuk pembuatan lubang biopory. Manfaatnya sangat besar dan kondisi faktual saat ini kita masih butuh banyak biopori,” ungkap Saeful ketika mengawali obrolan sore bersama bogornetwork.com dikediamannya RW 05, Kelurahan Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas Kota Bogor, Minggu (10/1).

Baca Juga   :Ini Kata Ketua DPRD Kota Bogor ; ‘Holywings’ Tidak Sejalan Dengan Visi Kota Bogor

Menurut Saeful, pembuatan lubang biopori menjadi salah satu solusi terbaik untuk mengurangi masalah banjir dan kelangkaan air terutama bagi daerah padat pemukiman seperti Jakarta termasuk Bogor dan sekitarnya.

Ilustrasi pembuatan lubang biopri sudah dipernalkan pada anak-anak untuk mencintai lingkungan.Foto :net.

Adanya biopori, ungkap Saeful tidak hanya mencegah banjir,tetapi akan meningkatkan daya serap tanah terhadap air. Olehkarenanya, Ia berkomitmen untuk membuat sarana resapan air tersebut di setiap RT.

Pihaknya juga melakukan pembuatan lubang biopori dengan bergabung dalam keluarga sejuta biopori atau bisa membuka dan menghubungi website: www.sejutabiopori.com

Saeful juga menjelaskan pihaknya tengah menggalakkan program Gerakan Menabung Air Hujan dengan program sejuta biopori.

“Target program ini adalah 1 rumah sama dengan 1 biopori. Kita menyediakan jasa gali biopori gratis 1 lubang di setiap rumah,” jelasnya.

Gerakan ini bertujuan agar setiap rumah yang sudah dibuatkan 1 lubang biopori menjadi rumah yang berfungsi menabung air hujan.

Saeful juga meyakini rumah yg sudah mengikuti program Menabung Air Hujan ini, kandungan air tanahnya meningkat, tidak kekurangan air di musim kemarau bahkan daya serap air hujannya tinggi sehingga mencegah banjir di musim hujan.

Untuk diketahui, Lubang resapan biopori sangat mudah membuatnya dan sangat efektif menyerap air dan lubang resapan biopori dapat mengurangi sampah organik yang terbuang ke tempat pembuangan akhir.

Ya, Idealnya setiap RT minimal ada tiga bor untuk pembuatan lubang resapan biopori dan warga lainnya bisa saling meminjam. jadi memang pembuatan lubang biopori tidaklah mahal. Nah bagaimana dengan di sekitar anda..? Adakah lubang biopori dan gerakan menabung air hujan.

Penulis : Arifin
Editor : Azwar Lazuardy

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close