BogorianNews

Satgas Pangan : Pasar Tradisional di Kota Bogor Masih Bebas Daging Celeng

loading...

BRO. Tim Satgas Pangan yang terdiri dari Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Kesehatan bersama Polresta Bogor Kota melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua titik pasar di Kota Bogor, Sabtu (16/5/2020) dini hari.

Sidak tersebut digelar untuk mengantisipasi beredarnya daging oplosan sapi dan celeng sekaligus memantau ketersediaan stok pangan jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Petugas dibagi menjadi dua tim. Tim pertama melakukan pemantauan dan uji sampel daging di kawasan Pasar Anyar. Tim lainnya bergerak ke Pasar Bogor.

Tiba di pasar, petugas langsung mengecek daging yang dijajakan para penjual, termasuk surat dari rumah potong hewan. Sebagian lagi mengambil sampel daging untuk dilakukan rapid test atau uji cepat menggunakan alat khusus untuk mengetahui kandungan yang ada dalam daging tersebut.

“Hasil test menunjukan satu garis. Artinya daging tersebut murni daging sapi alias bebas daging celeng. Sesuai dengan perintah wali kota dalam rangka menjamin ketersediaan pangan, keamanan pangan, sekaligus juga kehalalan pangan di Kota Bogor, kami telah melakukan upaya supervisi sidak ke pasar jam 2 tadi pagi,” ungkap Sekda Kota Bogor yang juga Ketua Tim Satgas Pangan Ade Sarip Hidayat.

“Alhamdulillah mengenai isu daging celeng itu tidak kami temukan. Kami sudah lakukan pantau di dua pasar dan aman,” tambahnya.

Baca Juga : Sindikat Pengolah Daging Babi dalam Satu Tahun Hasilkan 63 Ton Daging Sapi Palsu

Ade Sarip menyatakan, bahwa kegiatan serupa masih akan terus dilakukan untuk memantau ketersediaan dan keamanan pangan. “Sebelum hari raya kalau memang perlu kami akan lakukan ulang di beberapa titik lain. Sudah di Pasar Bogor, Pasar Anyar, mungkin kita akan lakukan di pasar lainnya. Prinsipnya kami akan melakukan perintah wali kota dalam rangka mengamankan, memberikan rasa nyaman serta kehalalan pangan yang ada di pasaran,” tandasnya.

Meski tidak ditemukan daging oplosan, namun petugas menemukan pedagang yang menjual telur infertil atau hatched egg (HE), baik di Pasar Bogor maupun pasar Anyar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor Anas Resmana menyatakan telur HE ini seharusnya tidak boleh diperdagangkan. Telur HE sendiri berasal dari perusahaan-perusahaan pembibitan (breeding) ayam broiler atau ayam pedaging. Telur tersebut bisa berasal dari telur fertil namun tak ditetaskan perusahaan breeding, tetapi seharusnya tak dijual sebagai telur konsumsi di pasar.

Baca Juga : Telur Berisi Embrio Ayam Dijual di Pasar Bogor dan Pasar Anyar, Hati-hati!

“Pedagang menjualnya dengan kondisi sudah direbus. Memang masih layak konsumsi tapi tidak boleh diperjualbelikan. Yang tidak boleh dikonsumsi yang dijual dalam keadaan rusak. Itu banyak kami temukan dalam sidak semalam,” ungkap Anas.

Ia menambahkan, akan melakukan pendalaman terhadap temuan ini hingga mencari perusahaan yang mendistribusikan telur HE tersebut. “Untuk penjualannya ada sanksi. Baik teguran maupun pidana. Kita bekerjasama dengan kepolisian mencari sumbernya. Infonya dari luar Kota Bogor,” tandasnya.

Penulis : Redaksi Si Bro

Editor : Hari YD

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close