BogorianNews

Ustadz Yusuf Mansur Ajak Warga Bogor Berbagi di Tengah Pandemi, Ade Yasin: Usia 538 Tahun Sangat Kramat

loading...

BRO. Suasana berbeda cukup terasa di peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-538 di tengah pandemi Covid-19 yang digelar setiap 3 Juni di Pendopo Bupati, Komplek Pemkab Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (03/06/2020).

Pasalnya, peringatan hari jadi suatu daerah yang biasa digelar dengan gegap gempita melibatkan orang banyak, tahun ini cukup sederhana dan penuh makna. Dihadapan Ustadz Yusuf Mansur dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati Bogor Ade Yasin menyampaikan sejumlah pesan sederhana untuk warganya yang juga dituangkan di akun pribadi facebooknya terkait usia 538 tahun.

Bupati Bogor Ade Yasin dalam peringatan HJB ke-538 di Pendopo, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (03/06/2020). Foto: Istimewa

“Di tengah pandemi yang kita hadapi, tepat hari ini Bogor memasuki usianya yang ke-538. Usia yang sangat kramat dengan catatan sejarah panjangnya yang getir dan gemilang,” ucap Ade, Rabu (03/06/2020).

Baca Juga: Peringati Hari Jadi Bogor ke-538 di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Tiga Pesan Sederhana Bima Arya

Menurutnya perayaan tahun ini tentu berbeda dengan tahun sebelumnya, tidak ada perayaan di lapangan, festival budaya, atau semarak pesta di penjuru Bogor seperti tahun sebelumnya.

“Tapi lewat online, sebanyak 538 titik (sesuai dengan usia Bogor) mengikuti Tasyakuran HJB di Pendopo Bupati dari tempatnya masing-masing,” ungkapnya.

Baca Juga: HJB Ke-538, Rektor IPB University Ciptakan Lagu Bogor Terindah

Tak lupa, pihaknya juga sempat memanjatkan doa secara bersama-sama dan dilanjutkan dengan mendengarkan tausiah (siraman rohani) dari Ustadz Yusuf Mansur.

“Alhamdulillah, pengalaman baru Tasyakuran HJB ini tetap bisa berjalan khidmat dan syahdu. Mari jadikan momentum Hari Jadi Bogor ke-538 untuk memperkuat ukhuwah dan meningkatkan solidaritas sosial untuk saling membantu sesama,” katanya.

Sementara itu, Ustadz Yusuf Mansur dalam ceramahnya mengajak warga Bogor untuk melakukan transfer ilmu kepada sesama terlebih di tengah pandemi Covid-19.

“Jangan menghitung semua dengan uang. Sedekah. Transfer ilmu. Karena ilmu yang akan sangat bermanfaat. Kalau membantu orang dengan beras, atau sembako itu ada batasnya. Tapi kalau ilmu tidak ada batas,” paparnya.

Penulis: Redaksi Si Bro
Editor: Hari YD

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close