Feature

Berkebun Menjadi Cara Rara Sekar Hadapi Pandemi Corona

loading...

BRO, Dua bulan sudah virus corona menjadi pandemi di bumi pertiwi. Pemerintah di tingkat pusat hingga masyarakat mencoba melakukan berbagai upaya untuk melawan dan menyelesaikan masalah pandemi ini. Rara Sekar, musisi muda bertalenta memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi pandemi korona, yakni dari mulai menyiapkan protokol kesehatan bersama warga hingga memanfaatkan kebun untuk menjaga ketahanan pangan.

“Upaya pertama adalah menyiapkan protokol kesehatan di tingkat perumahan. Misalnya ada tempat cuci tangan, disemprot dan kiriman paket ditaruh di pos jaga kemudian warga yang ke depan,” kata musisi kelahiran Juni 1990 ini saat menjadi narasumber di #ObrolinPangan10 dari KRKP pada Jumat (17/4/2020).

Pada diskusi daring yang mengusung tema Sistem Cadangan Pangan Komunitas di Tengah Pandemi ini Rara Sekar juga menjelaskan bahwa ada potensi krisis ekonomi dan saat ini mulai dirasakan.

“Teman-teman buruh sudah diPHK. Dan kami membayangkan bila ada tetangga yang diPHK, kemudian pengurus kompleks berinisiatif membangun lumbung pangan. Konsepnya adalah setiap warga memberikan sumbangan beras, makanan kaleng, atau uang sehingga menjadi lumbung pangan solidaritas. Kemudian, bila ada yang membutuhkan bisa digunakan,” tambah Rara Sekar kepada Si Bro.

 

Personel Daramuda yang sudah sejak 2016 menanam dengab konsep pertanian urban ini merasakan manfaat berkebun di tengah pandemi ini.

 

Rara sendiri sudah menanam mandiri meskipun belum memenuhi kebutuhan 100%. Bagi Rara berkebun untuk makanan diri sendiri. Tapi beberapa bulan terakhir, sebelum adanya covid ini Rara bersama suaminya Ben mencoba eksperimen dengan memanfaatkan hutan pangan di lahan-lahan tanpa tuan di perumahan mereka.

 

Selain menjadi ruang menanam buah-buahan dan tanaman lainnya, lahan bersama ini menjadi ruang pertukaran benih dan interaksi warga.

 

“Pas covid masuk jadi sangat merasakan bahwa hal ini sangat penting. Kami bersyukur karena bisa memanfaatkan ini dan bisa memenuhi 50% kebutuhan kami. Dan untungnya 80% warga kami memang berkebun. Dan kami juga berdiskusi dengan warga untuk memanfaatkan lahan-lahan yang tidak digunakan,” kata Musisi Muda yang tinggal di Kabupaten Bogor ini.

 

Selain itu, Rara juga melakukan pemilahan sampah organik dengan harapan bisa menjadi kompos untuk warga, dan ini bermanfaat ketika PSBB yang mengurangi mobilisasi.

 

“Observasiku di supermarket itu sayur segar sudah mulai langka. Kemudian caranya aku beli sayur di e-commerce yang menjembatani antara pembeli dengan petani di sekitar wilayah kita,” jelas Mentor Arcademy Project ini.

 

Bagi Rara, memiliki kebun itu adalah salah satu praktik yang sangat penting karena selain bermanfaat dalam ketahanan pangan tetapi juga bermanfaat untuk membangun solidaritas dan sosial bersama masyarakat apalagi di Kota yang tingkat sosialnya sudah sangat minim.

 

Penulis: Robby Firliandoko
Editor: Robby Firliandoko
Foto: IG @rarasekar

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close