Feature

Kisah Kesabaran Ibu Pedagang Nasi Dekat Kampus Unpak Bogor Dapat Berkah Ramadan Saat Pandemi Corona

Diajak Kerjasama Siapkan Makanan Berbuka dengan Borac 19

loading...

Jumat 15 Mei 2020 menjadi hari bahagia bagi Ibu Uci. Perempuan paruh baya ini pemilik warung nasi dekat Kampus Universitas Pakuan Bogor, Jalan Ciheuleut, Kota Bogor.

Ia mendapat berkah Ramadan melalui Bogor Rise Against Corona (Borac 19). Komunitas Borac menawarkan kerjasama menyiapkan makanan berbuka dari Warung Nasi Ibu Uci.

Tawaran tersebut disanggupi Ibu Uci dengan penuh sukacita. Dia rindu memasak olahan di dapurnya. Sebab, sudah 2 bulan ini warungnya berhenti berjualan. Usahanya tutup total gegara Pandemi Covid-19. Sebelum ada corona, warung Ibu Uci biasanya laris manis dibeli oleh mahasiswa Unpak dan warga sekitar.

Dampak Corona membuat hidup Ibu Uci dan keluarga jadi dalam kesusahan. Namun, ia tetap sabar menjalani kesehariannya, termasuk ibadah di bulan Ramadan. Buah kesabarannya itu terjawab dengan hadirnya Borac 19. Komunitas Borac memberi Ibu Uci order jangka panjang untuk menyiapkan makanan berbuka.

“Warung saya sudah dua bulan tidak berjualan, ketika dipesan dan diajak berbagi oleh Borac rasanya kaya dapat rezeki ketiban bulan. Saya terharu dan berterima kasih kepada Borac 19,” kata Ibu Uci ditemui bogornetwork.com atau Bro di warungnya, Jumat (15/5/2020).

Ibu Uci mengaku kesusahan selama pandemi corona. Ia tak punya penghasilan karena sudah2 bulan tak berjualan. Selain ada larangan dari pemerintah, mahasiswa yang merupakan pelanggan setia Ibu Uci juga tak lagi ngampus.

“Alhamdulillah dapur warung saya beroperasi lagi. Selama ada corona, total enggak ada penghasilan. Saya enggak jualan. Ya bagaimana, mahasiswa yang jadi pelanggan warung kan enggak ada. Kampus tutup, mahasiswanya libur,” ucap Ibu Uci.

Makanan berbuka yang dipesan Borac 19 dari Ibu Uci tersebut disalurkan kepada warga terdampak Covid 19 di Kampung Mongol, Desa Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Koordinator Program Kupon Buka Puasa Borac Intan Syafrini menjelaskan bahwa berbagi makanan buka puasa ini merupakan salah satu program Borac di gelombang kedua ini dengan nama Kupon Buka Puasa. Hal ini dilakukan guna memberikan makanan buka puasa kepada warga yang terdampak.

“Selain membagikan sembako, kami juga ingin membagikan makanan matang dengan bekerja sama dengan warung atau umkm yang terdampak karena pandemi. Hal ini kami lakukan agar roda ekonomi bisa tetap berjalan,” kata Intan.

Intan menambahkan bahwa 100 makanan buka puasa yang dibagikan di Kampung Mongol ini sengaja menggunakan kupon agar tidak adanya warga yang membludak dan berebut. “Sebelumnya kami sudah melakukan asessment dengan bekerja sama dengan RT dan Komunitas Rumah Merah Putih. Selain itu, kami juga mengedukasi warga tentang cuci tangan dan menyebarkan buku pegangan pangan untuk makanan bergizi. Pada kegiatan ini kami juga dibantu dokumentasi dari Bootes Photography,” tambah Intan.

Perwakilan warga, Bapak Budi menyampaikan puji syukurnya atas bantuan makanan berbuka yang ia dan warganya terima. “Di kampung ini ada banyak warga terdampak. Bantuan ini membantu di kondisi ini. Alhamdulillah,” kata Pak Budi.

Intan menambahkan bahwa selain Kupon Buka Puasa Borac yang merupakan gerakan kolektif muda Bogor memiliki dua program lainnya yaitu Kado Lebaran dan Menanam Kembali.

“Kami ingin warga tetap merasakan lebaran dan kami juga mengantisipasi kelangkaan pangan dengan program Menanam Kembali yang akan menciptakan 10.000 bibit dan akan kami bagikan ke warga,” kata Intan.

Intan mengucapkan terima kasih kepada para dermawan dan mengajak kawan muda untuk berdonasi. “Info donasi bisa dilihat di akun instagram @borac.19 atau website www.borac-19.com”.

 

Penulis: Robby Firliandoko
Editor : Arie Surbakti

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close