KomunitasNews

New Normal Jabar, Pendakian Gunung Dibolehkan Tapi Solo Hiking

loading...

BRO. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memastikan telah menerapkan tatanan hidup normal baru atau new normal di beberapa 15 wilayah dengan status zona biru.

Ada beberapa sektor, termasuk pariwisata yang diperbolehkan buka dengan melaksanakan tatanan new normal di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Enggan Gunakan Istilah New Normal, Ridwan Kamil Berlakukan AKB di Jawa Barat Per 1 Juni

“Selain tempat-tempat ibadah dan industri. Selanjutnya, akan menyusul toko, pasar dan mal atau pusat perbelanjaan. Juga dengan sektor pariwisata,” ungkap menggelar konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/05/2020)

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, hanya beberapa jenis objek wisata kategori individual tourist yang mulai bisa dibuka seperti aktivitas pendakian.

Suasana Jalur Pendakian Puncak Manik atau Salak I, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Jawa Barat
Ilustrasi solo hiking (pendakian seorang diri) di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Jawa Barat. Foto: Hari YD

“Artinya tidak buru-buru bertahap tetap waspada. Termasuk pariwisata, kalau di zona kuning tutup, sedangkan di zona biru boleh buka tapi individual turis, wisatawan yang datang sendiri atau solo hiking. Kalau wisata keluarga belum boleh di tahap satu,” ujarnya.

Namun demikian, Kang Kamil, mengatakan ada dua sektor yang belum bisa dibuka dalam waktu dekat.”Jadi, saya bilang jangan senang dulu. Kalau buru-buru dan tidak bertahap, zona biru bisa ke kuning, kuning ke merah, maka jaga kedisiplinan,” katanya.

Ia mengungkapkan, kedua sektor yang belum bisa dibuka yakni aktivitas belajar di sekolah dan objek pariwisata. “Bagaimana dengan pendidikan, khusus sekolah belum boleh meski di zona biru,” ujar Ridwan Kamil.

Ilustrasi Suasana jalur pendakian Puncak Gunung Salak I, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Foto: Hari YD

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya masih meneliti lebih dalam untuk memastikan para siswa tak terpapar Covid-19.”Kami akan meneliti lebih dalam karena jumlah siswa jutaan. Ini keselamatan anak-anak harus kita utamakan,” kata Ridwan Kamil.

“Jadi, dari pentahapan ini sekolah mungkin yang terakhir dibuka, sampai kami betul-betul yakin tidak ada ancaman luar biasa, baru wacana sekolah kembali itu diputuskan terakhir.”

Kang Emil menambahkan, selama pemberlakukan adaptasi kehidupan baru, petugas dari kepolisian dan TNI akan diterjunkan. Hal ini untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar dilaksanakan oleh masyarakat Jawa Barat.

Adapun jumlah personel gabungan yang diterjunkan Pemprov Jabar jumlahnya mencapai 21.000 personel gabungan TNI dan Polri. Rinciannya, sebanyak 17.000 berasal dari anggota kepolisian. Sedangkan sisanya 4.000 personel dari TNI.

“Ini sesuai arahan Pak Presiden. Selama new normal jangan kaget ada polisi TNI di dalam mal, nempel di acara sosial, ibadah,” katanya.

Penulis: Redaksi Si Bro
Editor: Hari YD

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close