NusarayaNews

Alhamdulillah Jabar Mulai Membaik, Tren Kasus Covid-19 Terus Turun

loading...

BRO. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan saat ini secara umum tren kasus Covid-19 di Jawa Barat terus membaik. Jabar menempati rangking nasional 23 (peringkat 6 dari 7 provinsi di Jawa -Bali) dengan indeks kasus terkonfirmasi sebesar 32 orang.

“Tren ini harus terus dijaga. Kasus terkontaminasi per hari ini ada 1.596 kasus, biasanya kasusnya naiknya tapi saat ini kita melandai. Puncaknya tanggal 12 April lalu,” ucap Kang Emil saat video conference dengan Kepala Daerah se-Jawa Barat, Sabtu (17/5/2020).

Gubernur menyebutkan, setiap 1 juta populasi penduduk Jawa Barat terkonfirmasi terdapat kurang lebih 32 kasus positif Covid-19. Dari 27 kota dan kabupaten, indeks kasus terkontaminasi Kota Depok paling tinggi, yakni 12,7 per 100 ribu populasi penduduk dan disusul Kota Bogor keenam 8,1 per 100 ribu populasi penduduk.

“Untuk Indeks test PCR Kota Sukabumi terbanyak 218,1 per 100 ribu populasi Jawa Barat dan Kota Bogor 36,5 per 100 ribu populasi Jawa Barat,” Kang Emil menyatakan, “Kesimpulannya apa yang kita kerjakan selama ini menghasilkan tren turun.”

Selain itu, lanjut Gubernur, angka reproduksi kasus terhadap waktu (Rt) mengalami penurunan bertahap selama penerapan PSBB. Namun kemudian menjadi fluktuatif sejak lonjakan kasus harian pada 4 Mei sebanyak 183 kasus. Per 15 Mei, angka Rt adalah sebesar 1.04. Artinya setiap satu kasus memiliki kemampuan replikasi sebanyak 1 kali lipat.

“Ada kabar baik, orang sembuh naik 2 kali lipat dibanding yang meninggal dan pasien dirumah sakit turun. Penurunan terjadi di akhir April, tapi disisi lain 70 persen positif adalah OTG, jadi ini harus diwaspadai. 30 persen di rawat di rumah sakit, jadi OTG ini di isolasi di rumah,” terangnya.

Kang Emil menceritakanreproduksi kasus terendah terjadi di Kota Bogor 0,43 disusul Kabupaten Bandung dengan angka 0,6. Pada kesempatan tersebut Kang Emil menjelaskan skema tingkat penanganan Pandemi di Provinsi Jawa Barat.

Adapun level 1 Hijau (rendah) tidak ditemukan kasus positif (normal). Level 2 Biru (Ditemukan kasus Covid 19 secara sporadis) bisa kasus impor atau penularan lokal (Physical Distancing). Level 3 Kuning (Cukup berat), yaitu ditemukan kasus Covid 19 klaster tunggal (PSBB Parsial).

“Level 4 Merah (Berat) Ditemukan kasus Covid 19 pada satu atau klaster dengan peningkatan signifikan (PSBB penuh). Level 5 Hitam (Kritis) Ditemukan kasus Covid 19 dengan penularan di komunitas (Lockdown),” pungkas Kang Emil.

Penulis: Raskita Raya
Editor   : Arie Surbakti

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close