BisnisBogorianNewsNusarayaPolitika

Anggota DPR RI Elly Rachmat Yasin, Pastikan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bukan Bantuan China

BRO. KABUPATEN BOGOR- Pembangunan kereta api cepat rute Jakarta-Bandung (KCJB),tidak hanya menjadi salah satu ikon wajah baru Indonesia yang modern dan maju tetapi juga berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonimi daerah maupun nasional.

“Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara dalam teknologi kereta api dengan kecepatan mencapai 350 km/jam,”ungkap Anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi PPP Elly Rachmat Yasin ketika mensosialisasikan di Bilabong Lake Resort, Kabupaten Bogor, Kamis(8/12).

Meski demikian, Anggota DPR RI Elly Rachmat Yasin, berkesempatan meyakinkan publik Bogor bahwa Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini bukan bantuan China.

Baca Juga  :Polri Cegah Demam Berdarah, Tenda-Tenda Pengungsi Gempa Cianjur di Fogging

“Proyek ini merupakan kerja sama antara perusahaan yang tergabung dalam konsorsium dengan nama Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC),”jelas Elly

Anggota DPR RI Elly Rachmat Yasin,sosialisasikan proyek kereta cepat Jakarta bandung,, di Kabupaten Bogor, Kamis (8/12). Foto : ist.net

Anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi PPP Elly Rachmat Yasin saat memaparkan tentang kereta cepat.
Anggota DPR RI, Dapil Jawa Barat V/Kabupaten Bogor, juga memberikan gambaran Bandung dan sekitarnya yang selama ini menyimpan daya tarik wisata, fesyen dan sejarah maupun kuliner dengan cukup mudahdijangkau oleh pengunjung.

“Ini juga berdampak positip bagi pebisnis, menjangkau Jakarta juga tidak butuh waktu lama. Begitu juga penggemar moda kereta api sebagai sarana transportasi yang ideal dan fleksibel, serta mudah mengaksesnya,” kata Elly Rachmat Yasin

Untuk itu, pembangunan kereta cepat rute Jakarta-Bandung KCJB) kata Elly yang diperkirakan selesai Maret 2023. Nanti pastinya ada pertumbuhan dan peningkatan ekonomi daerah maupun pusat.Dengan demikian, tumbuh dan berkembang usaha baru yang mampu mengangkat dan menggerakan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Baca Juga    :Vonis Hakim Janggal, Kuasa Hukum Sembilan Bintang Langsung Banding dan Adukan Majelis Hakim PN Cibinong ke Mahkamah Agung

Menurut Elly, kereta cepat ini nanti mengangkut sekitar 31 ribu lebih penumpang dalam sehari. Hal ini bisa membangun peluang baru untuk sektor real estate dan berbagai pusat bisnis lainnya.

“Belum lagi terciptanya banyak lapangan kerja.Ada 15 ribu tenaga kerja yang bisa diserap ketika proses konstruksi infrastruktur kereta cepat di lakukan.Lantas saat beroperasi nanti, tentu juga memerlukan banyak tenaga kerja,” paparnya.

Kereta cepat ini kata Elly merupakan proyek berteknologi tinggi. Ia juga berharap akan menciptakan transfer pengetahuan dan keahlian (knowledge transfer) kepada anak negeri. Proses transfer pengetahuan ini menjadi suatu keharusan untuk pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Indonesia.

Baca Juga      :Kantor Pengadilan Agama Kota Bogor Didemo Puluhan Mahasiswa dan Ahli Waris , Ini Masalahnya

Sementara itu terdapat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Wijaya Karya sebagai perusahaan konstruksi, PT Perkebunan Nusantara VIII sebagai pemilik mayoritas lahan, Jasa Marga yang berpengalaman mengelola jasa asuransi perjalanan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang saat ini menjadi pimpinan proyek.

“Mereka semua berinvestasi, jadi bukan program bantuan, tapi murni bisnis dengan skema B2B (business to business),” tambah Elly Rachmat Yasin.

Tak hanya itu terdapat pula BUMN yang bergerak di bidang pangan dan pertanian. Mereka membentuk holding Pangan atau disebut ID FOOD bergerak dalam bidang pertanian dan agroindustri, peternakan dan perikanan, serta perdagangan dan logistik.

“Kami mengharapkan kemajuan teknologi dan transportasi di Indonesia, khususnya dengan adanya kereta cepat juga mendorong kemajuan di sektor pertanian,”pungkas Elly

Editor : Adjet

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close