KomunitasNewsPendidikan

Earth Hour 2021 Merupakan Gerakan Untuk Masa Depan Kita

loading...

BRO. Dalam satu kali setiap tahunnya, warga planet bumi diminta untuk mematikan lampu dalam rangka jam bumi atau lebih dikenal sebagai Earth Hour pada Sabtu terakhir di bulan Maret. Caranya mudah, cukup mematikan lampu pada pukul 20:30 hingga 21:30 waktu setempat selama satu jam.

Seperti diketahui, pemadaman lampu yang dilakukan oleh kesadaran sendiri ini merupakan kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund (WWF).

Isu pemanasan global yang semakin meningkat setiap tahunnya menjadi persoalan bersama. Untuk itu, diharapkan umat manusia turut menunjukan kepeduliannya dengan berpartisipasi pada #EarthHour2021.

Melakukan Earth Hour bukan hanya satu jam saja untuk bumi dengan mematikan lampu. Tetapi, hal tersebut merupakan gerakan untuk masa depan kita serta anak cucu.

Salah satu mahasiswa asal Bogor Gus Wildan menilai gerakan Earth Hour yang telah dilakukan selama ini seharusnya dilakukan oleh kalangan industri. Ia mencontohkan seperti pabrik maupun industri lainnya yang menyerap energi secara besar.

“Yang seharusnya mati itu pabrik, jika berbicara energi ya itu yang menghabiskan energi. Kalau kita rakyat kecil paling hanya mencharge handphone, sudah seharusnya pabrik yang memadamkan lampu,” kata salah satu mahasiswa Universitas Pakuan Gus Wildan.

Berbeda, menurut Satya Nugraha Pamungkas yang juga mahasiswa Bogor, ia mendukung adanya program Earth Hour yang dilaksanakan oleh Pemerintahan Kabupaten Bogor langsung diintruksikan oleh Bupati Ade Yasin.

“Agenda ini dirasa perlu dalam upaya meminimalisir pemanasan global yang sangat berdampak luar biasa terhadap kehidupan, khususnya  kehidupan dimasa yang akan datang dimana kami selaku menerus kehidupan di dunia menginginkan kehidupan yang indah nan asri tanpa adanya efek pemanasan global yang signifikan,” tutur Satya.

Namun demikian, menyebarkan semangat untuk berpartisipasi pada Earth Hour dimulai dari hal kecil dan diri sendiri merupakan semangat untuk ciptakan cahaya baru bagi bumi.

Penulis : Rizky Multri Prayasa
Editor   : Edwin Suwandana

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close