IndeksNewsPendidikan

Kemendikbud Perbaharui 26 Modul Belajar untuk Jenjang SMA

loading...

BRO. Pandemi Covid-19 hingga kini belum berakhir. Hampir semua anak didik di semua jenjang sekolah melakukan pembelajaran di rumah secara daring. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperbarui 26 modul pembelajaran untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Direktur SMA Kemendikbud, Purwadi berharap, adanya modul yang diperbaharui tersebut dapat membantu siswa jenjang SMA dalam belajar, terutama bagi siswa yang kesulitan dalam mengakses pembelajaran daring.

Baca juga : Ini Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah yang Diterbitkan Kemendikbud

“Modul-modul pembelajaran tersebut diharapkan dapat membantu siswa dalam pembelajaran selama di rumah,” ujar Direktur SMA Kemendikbud, Purwadi Sutanto, dalam keterangannya di Jakakrta, Senin.

Menurut Purwadi, modul pembelajaran yang diperbaharui tersebut tersedia untuk kelas X, kelas XI dan kelas XII. Terdapat 26 mata pelajaran dalam modul tersebut.

Modul pembelajaran yang diperbaharui, yakni Bahasa dan Sastra Arab, Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Bahasa dan Sastra Jepang, Bahasa dan Sastra Jerman, Bahasa dan Sastra Mandarin, Bahasa dan Sastra Prancis, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Biologi, Kimia, Fisika, Matematika.

Baca juga : Isu Pelajaran Sejarah Di Hapus, Mendikbud : Tidak Ada Penghapusan Mapel Sejarah Dari Kurikulum Nasional

Kemudian, Antropologi, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, PJOK, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Agama Katolik, Pendidikan Agama Kristen, PKWU, PPKN, Sejarah, Sejarah Indonesia, dan Seni Budaya.

Disebutkan, modul-modul tersebut dapat diunduh melalui laman http://gerbangkurikulum.sma.kemdikbud.go.id/e-modul/ atau https://bit.ly/e-modulSMA.

Purwadi menjelaskan, pada prinsipnya pembelajaran di masa pandemi, adalah keselamatan dan kesehatan peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan beserta keluarganya.

Baca juga : Bantu Pembelajaran Jarak Jauh, Pemkot Bogor Siapkan Wi-Fi di 797 RW

“Banyak permasalahan di lapangan dengan kondisi pembelajaran pandemi seperti ini. Ada yang sudah bosan, pembelajaran yang kurang menarik, ketersedian gawai maupun akses internet, dan lainnya,” tambah dia.

Ia menambahkan, peran guru sangat berarti bagi pendidikan anak. Dalam pembelajaran pada masa pandemi, adanya modul tersebut tidak hanya membantu siswa tetapi juga membantu guru dalam melaksanakan pendidikan jarak jauh (PJJ).

Penulis : Irvan Fatria Irawan
Editor   : Arie Surbakti

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close