Pendidikan

Pemkot Bogor Siap Mengaktivasi Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Saat New Normal

loading...

BRO. Para pelajar di Kota Bogor tak lama lagi segera melaksanakan kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Hal ini setelah Pemerintah Pusat menggulirkan “New Normal” pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 3 bulan pandemi Covid-19.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah siap mengaktivasi kegiatan belajar-mengajar di sekolah jika sudah ada arahan dari pemerintah pusat. Untuk itu, segala hal terkait KBM akan dikonsepkan agar peserta didik bisa kembali belajar di sekolah.

Dedie menjelaskan, untuk tahap awal hanya siswa SMP dan SMA yang akan masuk sekolah. Namun, tidak keseluruhan, hanya kelas 2 dan kelas 3. Adapun siswa SD hanya untuk kelas 4, 5, 6. “Kelihatannya itu yang akan kita aktivasi. Tetapi ini semua baru tataran konsep,” kata Dedie A Rachim saat dihubungi pewarta, Jumat (29/5/2020).

Terkait siswa SD kelas 1, 2, dan 3, lanjut Dedie, dimungkinkan akan belajar di rumah dengan metode daring saat ‘new normal’. Orang tua pun diminta aktif mengajari anaknya. Hal ini dilakukan agar siswa tidak menjadi carrier.

“Kemungkinan orang tua akan terlibat lebih banyak untuk KBM kelas 1,2 dan 3. Artinya, ada 2 PR kita. Kalau orang tua terlibat lebih banyak, misalnya orang tua menunggu di sekolah atau mengantar ke sekolah, kan artinya ada kerumunan juga,” ucapnya.

Dia menceritakan, konsep untuk siswa SD kelas 1, 2, 3 ini lebih banyak melibatkan partisipasi dari orang tua, tetapi belajar dari rumah, termasuk tutorialnya dari daring. “Jadi ada keterlibatan orang tua di rumah.”

Dedie menambahkan kapasitas di ruang kelas juga akan dikurangi. Kelas pun akan dibagi 2 sesi. Hal ini dilakukan agar tidak tercipta kepadatan atau kerumunan di ruang kelas. Selain itu, guru yang mengajar berusia di bawah 45 tahun. Untuk waktu belajar juga, dimungkinkan dilakukan 3 hari di sekolah dan 2 hari di rumah dengan metode daring.

“(Guru) yang usianya 45 tahun ke atas, mungkin nanti mereka akan melakukan proses belajar mengajar dari daring, digital. Yang biasanya kelas itu 40 orang, maka kita perkirakan separuhnya, hanya 20 orang. Kemudian sisanya 20 orang itu di siang hari,” kata Dedie.

Namun, Dedie menegaskan, hal tersebut masih berupa konsep. Pemkot Bogor masih menunggu arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk aktivasi sekolah saat ‘new normal’.

Penulis : Raskita Raya
Editor    : Arie Surbakti

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close