“Kami akan peringatkan. Ini Proyek Strategis Nasional dari pemerintah pusat, tentu kami monitor. Mudah-mudahan pemborongnya memperhatikan kebersihan, terutama kendaraan yang masih berlumuran tanah jangan turun ke jalan,” ujar Dedie.
BRO. KOTA BOGOR – Pembangunan Gedung Gene Bank Indonesia milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Kota Bogor kembali menuai sorotan. Proyek strategis nasional yang berlokasi di kawasan Rumah Sakit Marzuki Mahdi itu dinilai belum optimal dalam pengendalian dampak lingkungan, khususnya terkait ceceran tanah dan debu di Jalan dr. Sumeru.
Pantauan di lapangan, Kamis (26/2/2026), menunjukkan badan Jalan dr. Sumeru masih dipenuhi tanah sisa aktivitas kendaraan proyek. Material tersebut terbawa dari jalur keluar-masuk area pembangunan hingga ke jalan utama, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor saat hujan dan kondisi jalan licin.
Sejumlah warga mengeluhkan minimnya pengawasan terhadap kebersihan kendaraan proyek. Mereka menilai, roda kendaraan yang masih berlumuran tanah kerap langsung melintas di jalan raya tanpa pembersihan maksimal, meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan akan memberikan peringatan kepada pelaksana proyek agar lebih serius memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Kami akan peringatkan. Ini Proyek Strategis Nasional dari pemerintah pusat, tentu kami monitor. Mudah-mudahan pemborongnya memperhatikan kebersihan, terutama kendaraan yang masih berlumuran tanah jangan turun ke jalan,” ujar Dedie.
Ia menekankan, persoalan ceceran tanah bukan sekadar isu kebersihan, melainkan menyangkut keselamatan publik.
“Kalau jalanan licin, bisa terjadi kecelakaan. Masyarakat yang dirugikan,” tegasnya.
Dedie memastikan akan kembali mengecek dan menegur kontraktor proyek Gene Bank Indonesia agar pengendalian dampak lingkungan dijalankan secara konsisten.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Biomedis dan Genomika Kemenkes RI, Indri Rooslamiati, menjelaskan bahwa pembangunan Gene Bank Indonesia merupakan program nasional yang berdiri di atas lahan seluas 25 hektare dengan rencana gedung tujuh lantai.
“Nanti akan ada repositori spesimen dan beberapa laboratorium, khususnya untuk genomik,” kata Indri.
Menanggapi keluhan warga dan pernyataan Wali Kota Bogor, pihaknya mengklaim telah melakukan sejumlah langkah mitigasi, seperti penyediaan washing bay untuk kendaraan proyek serta pembersihan jalan setiap malam bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor. Jam kerja proyek juga dibatasi pukul 08.00 hingga 22.00 WIB, meski dalam kondisi tertentu seperti pengecoran dapat berlangsung melewati batas waktu tersebut.
“Kami mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Namun demikian, kondisi di lapangan menunjukkan pengendalian dampak lingkungan dinilai belum maksimal. Pemerintah Kota Bogor memastikan pengawasan akan terus diperketat agar proyek nasional tersebut tidak mengorbankan keselamatan dan kenyamanan warga sekitar.
Editor : Adjet
