News

90 Pasien Covid-19 Diberi Obat Herbal asli Indonesia, LIPI: Hasilnya Juli Sudah Bisa Terlihat

loading...

BRO. Sebanyak 90 pasien positif Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Jakarta telah menjalani uji klinis Imunomodulator dari dua produk herbal asli Indonesia Senin (08/06/2020) malam. Hasilnya akan bisa diketahui pada Juli mendatang.

Informasi diperoleh menyebutkan uji klinis dilakukan tim dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Badan Penelitian dan
Pengembangan Kementerian Kesehatan, dan tim dokter Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran dengan pendampingan regulasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Obat Herbal Covid-19
Sejumlah pasien Covid-19 diberi obat herbal asli Indonesia. Foto: Istimewa

Dua produk yang sedang di uji klinis pada adalah cordyceps militaris dan kombinasi herbal pada pasien Covid-19 itu terdiri dari rimpang jahe, meniran, sambiloto dan daun sembung.

“Uji klinis ini merupakan tonggak sejarah bagi pengembangan suplemen dan obat di Indonesia,” ungkap Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko dalam keterangan pers yang diterima Si Bro, Kamis (11/06/2020).

Baca Juga: Ada 16 Kasus Positif Baru di Kota Bogor, Bima Arya: Sebagian Besar Tertular di RS Rujukan Covid-19 

Ia menjelaskan, ini adalah uji klinis produk herbal pertama yang ditujukan untuk penangan Covid-19 di Indonesia, yang dipimpin dan dirancang oleh peneliti Indonesia. Menurutnya, jika berhasil uji klinis ini akan membuktikan bahwa suplemen yang selama ini telah diproduksi bisa klaim untuk penanganan Covid-19. “Sehingga berpotensi untuk menjadi produk ekspor unggulan Indonesia,” ungkap Handoko.

Hasil Uji Klinis Bisa Terlihat Bulan Juli

Koordinator Kegiatan Uji Klinis Kandidat Immunomodulator dari Herbal untuk Penanganan COVID-19, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Masteria Yunovilsa Putra menjelaskan, kombinasi herbal yang sedang diuji klinis tersebut sudah memiliki nomor ijin edar. “Ada prototype dan datanya serta sudah memiliki izin edar dari BPOM,” jelas Masteria.

Baca Juga: Laboratorium LIPI di Bogor Ini Mampu Uji 2.500 Sampel Swab Per Hari

Ia mengungkapkan, obat dan suplemen herbal ini diharapkan tidak hanya untuk mengobati, namun dapat digunakan sebagai pencegahan untuk Orang dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang terindikasi COVID-19. “Diharapkan pada bulan Juli analisis dan hasil sementara dari uji klinis sudah terlihat,” ujarya.

Risetnya sendiri telah dilakukan sejak bulan Maret lalu, diawali dengan pengkajian ilmiah terhadap beberapa komoditas herbal Indonesia yang diperkirakan memiliki aktivitas immunomodulator.

“Kegiatan pengkajian ilmiah ini dikerjakan oleh tim peneliti LIPI, Universitas Gadjah Mada, dan PT. Kalbe Farma Tbk. Harapannya jika nanti tanaman herbal ini lulus uji klinis, ketersediaannya terjamin dan dapat mudah ditemukan di sekitar,” paparnya.

Penulis: Redaksi Bro
Editor: Hari YD

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close