News

Makanan Tambahan Rp367 Juta untuk Bumil dan Lansia Terdampak Corona di Bogor Segera Cair

loading...

BRO. Pemkot Bogor segera mengucurkan bantuan makanan tambahan sebesar Rp367.029.900 untuk warganya dengan kriteria ibu hamil (bumil), bayi dibawah lima tahun (balita) dan lanjut usia (lansia) yang terdampak wabah Corona Virus Disease (Covid-19).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyebutkan, pemberian makanan tambahan pada Ibu hamil, balita dan lansia berupa
susu formula untuk ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) sebanyak 3.804 dus pada 317 Bumil KEK.

“Kemudian, susu formula untuk balita gizi buruk umur kurang dari 1 tahun sebanyak 480 sachet pada 8 balita dan susu formula untuk balita gizi buruk umur lebih dari 1 tahun sebanyak 666 kaleng pada 74 balita,” katanya, Rabu (06/05/2020).

Sementara, untuk lansia (diatas 60 tahun) pada keluarga miskin yang aktif ke Posbindu lansia akan diberikan makanan tambahan berupa susu formula (berbentuk bubuk) sebanyak 2.400 dus kepada 200 lansia.

“Ini adalah program dalam penanganan covid di bidang kesehatan. Saya mengalokasikan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ini dari realokasi anggaran Dinkes untuk bulan Mei – Juni sebesar Rp 367.029.900,” katanya.

Menurutnya, bantuan ini akan terus diberikan mengingat banyak warga golongan lemah banyak yang terdampak Covid-19. “Kalau kita tidak perhatikan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, bayi bisa berisiko stunting. Sementara ini baru untuk 2 bulan kedepan,” jelasnya.

Selain itu, untuk pemberian insentif bagi tenaga kesehatan di Puskesmas bulan Mei – Juni pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp691.000.000, diantaranya untuk dokter, bidan, perawat, surveilans dan analis laboratorium.

“Pemberian insentif ini anggarannya berasal BTT APBD Kota Bogor. Besaran insentif ini tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Rencananya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun akan memberikan insentif bagi tenaga kesehatan. “Kami baru saja mendapatkan sosialisasi mengenai insentif untuk tenaga kesehatan dan memang tidak boleh ada penerima double. Mei dan Juni kita akan gunakan mekanisme dari pusat berdasarkan aturan. Itu pun harus dipilih yang terlibat langsung Covid-19,” katanya.

Penulis : Redaksi Si Bro
Editor : Hari Y

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close