News

PSBB Segera Berakhir, Bansos Kota Bogor Baru akan Cair

loading...

BRO. Meski penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tinggal menghitung hari (15-29 April) alias segera berakhir, Pemkot Bogor malah baru akan mencairkan dan menyalurkan anggaran bantuan sosial (bansos) pada Senin (27/04/2020) besok.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan bansos yang akan disalurkan Senin (27/04/2020) besok itu sumber bantuan yang langsung berasal dari APBD Kota Bogor.

“Kalau sumber yang dari Pemprov sudah mulai dari tanggal 15 April lalu (awal PSBB), tapi sempat tertahan karena ada data yang salah input namun sudah direvisi. Mudah-mudahan penyaluran terus dilaksanakan sesuai dengan target,” kata Dedie yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Minggu (26/04/2020).

Soal bansos dari Pemkot Bogor itu berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) akan dilakukan bertahap dimulai tanggal 27 April 2020 dan proses penyalurannya dikerjasamakan dengan PT Pos Indonesia ke penerima langsung by name by address. “Sehingga tidak ada campur tangan aparat dibawah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kata Dedie, nantinya aparat di wilayah akan dibekali list (daftar) nama penerima dari lima sumber bantuan baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemkot Bogor.

“Bagi penerima masing-masing bantuan akan ditandai dengan sticker jenis sumber bantuan, sehingga apabila ada penerima yang menerima bantuan berkali kali atau tidak tepat sasaran maka dapat diketahui warga lain dan dapat menjadi catatan untuk dibatalkan atau dikembalikan,” katanya.

Ia juga menyebutkan kepastian pencairan dan penyaluran bansos dari lima sumber itu setelah pihaknya melalui Dinas Sosial Kota Bogor selesai melakukan proses pendataan, verifikasi dan pencocokan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan non DTKS.

“Hasil verifikasi faktual, baik DTKS maupun non DTKS yang berhak menerima bantuan sosial dari lima sumber itu yakni sebanyak 156.831 kepala keluarga (KK),” katanya.

Ia merinci alokasi sumber bantuan dan jumlah penerimanya yaitu terdiri dari Pemerintah Pusat DTKS berupa Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 41.845 KK dan sembako 24.183 KK.

“Kemudian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dengan jumlah DTKS 8.046 KK dan Non DTKS 42.000 KK. Sedangkan dari Pemkot Bogor untuk non DTKS sebanyak 23.000 KK dan program nasbung (nasi bungkus) 13.500 jiwa,” katanya.

Terkahir bansos tunai dari Kementerian Sosial, jumlah DTKS yang bakal menerimanya sebanyak 1.579 KK dan non DTKS 16.178 KK. Adapun skema bantuannya masing-masing berupa PKH dan sembako setara Rp200 ribu selama terdaftar.

“PKH dan Sembako perluasan Rp200.000×9 bulan. Sedangkan dari Pemprov Rp500.000×4 bulan berupa sembako setara Rp350.000 dan uang tunai Rp150.000. Kalau dari Pemkot Bogor berupa BLT Rp500.000×4 bulan dan BST Kemensos Rp600.000×3 bulan,” jelasnya.

Penulis : Hari Y
Editor : Hari Y

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close