Hari Jantung Sedunia 2025, RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Ajak Warga Bogor Senam Jantung Sehat

BRO. KABUPATEN BOGOR – RSUD R Moh Noh Nur Leuwilian, Kabupaten Bogor  menegaskan komitmennya dalam pencegahan penyakit jantung dengan menggelar Senam Jantung Sehat dan Senam Bogor Bugar di Lapangan WR Supratman (Gedung Baru), Jumat (26/9/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap 29 September.

Acara diikuti puluhan pegawai RSUD bersama Komunitas Spirit Sejalan dengan antusiasme tinggi. Sejak pukul 08.00 WIB peserta mengikuti gerakan senam yang dipandu instruktur profesional sambil mengenakan pakaian Trilogi sebagai identitas bersama.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD R Moh Noh Nur, dr. Esther Melanni, M.Kes, menegaskan bahwa senam sehat ini bukan sekadar olahraga rutin, melainkan edukasi kesehatan masyarakat.

“Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Melalui senam sehat ini kami ingin menumbuhkan kesadaran menjaga pola hidup sehat, mengelola stres, dan membiasakan diri bergerak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perhatian bagi kelompok usia lanjut yang lebih rentan terhadap penyakit jantung. Menurutnya, olahraga sederhana seperti senam mampu menjaga stamina, melancarkan peredaran darah, dan memperkuat jantung.

“Rumah sakit bertanggung jawab tidak hanya pada pelayanan kuratif, tetapi juga promotif dan preventif. Bagi kaum manula, senam seperti ini efektif menjaga kesehatan, keceriaan, dan mencegah penyakit kronis sehingga kualitas hidup lebih baik,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung meriah diiringi musik energik yang membuat suasana semakin hidup. Peserta juga diingatkan membawa air minum untuk menjaga hidrasi.

Kehadiran pegawai RSUD berdampingan dengan masyarakat, khususnya lansia, menunjukkan peran aktif rumah sakit dalam mengajak masyarakat hidup sehat, bukan hanya saat sakit.

Melalui program promotif ini, RSUD R Moh Noh Nur berupaya membangun budaya sadar jantung sehat di Kabupaten Bogor.

“Senam rutin diharapkan menjadi gaya hidup menyenangkan sekaligus menyehatkan, sehingga peran rumah sakit tidak berhenti di ruang pelayanan medis, melainkan merangkul masyarakat menjaga kesehatannya sejak dini hingga usia lanjut,” pungkas dr. Esther

Penulis : Dharma Wahyu

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses