Kelurahan Kebon Kalapa Dipacu Jadi Episentrum Ekonomi Bogor

BRO. KOTA BOGOR – Pemerintah Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, memaparkan capaian program kerja sekaligus potensi wilayah dalam Press Gathering di Aula Kelurahan, Kamis (23/4/2026). Fokus utama diarahkan pada penguatan ekonomi berbasis perdagangan dan jasa, di tengah ancaman kerawanan bencana yang masih membayangi.

Lurah Kebon Kalapa, Supyawan, menegaskan wilayahnya memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat ekonomi di Kota Bogor. Keberadaan pusat perbelanjaan seperti Pusat Grosir Bogor (PGB), kawasan kuliner Naga Swalayan, hingga Love Garden Resto and Cafe menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi warga.

“Potensi ini kami dorong untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, sehat, dan sejahtera,” ujar Supyawan di hadapan awak media. Kamis (23/4)

Di sektor pendidikan, kelurahan memperkuat peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) serta memastikan seluruh anak usia dini mengakses pendidikan PAUD. Saat ini tercatat sekitar 33–34 unit PAUD aktif di wilayah tersebut.

Tak hanya itu, intervensi juga dilakukan bagi warga putus sekolah melalui program PKBM Paket A, B, dan C, termasuk pendataan ijazah yang tertahan akibat kendala biaya.

Pada sektor ekonomi, Kelurahan Kebon Kalapa aktif memfasilitasi pelaku UMKM, pedagang pasar, hingga buruh harian lepas yang beraktivitas di Pasar Merdeka dan Pasar Kebon Kalapa.

Namun di balik geliat ekonomi, tantangan geografis menjadi perhatian serius. Dengan luas wilayah sekitar 53 hektare dan jumlah penduduk mencapai 12.000 jiwa, sebagian kawasan berada di bantaran Sungai Cisadane serta tebing rawan longsor.

“Kami memiliki sembilan titik rawan bencana karena dilalui dua sungai besar. Setiap hujan turun, kami siaga penuh,” kata Supyawan.

Edukasi lingkungan terus digencarkan, termasuk pembangunan sumur resapan dan penggunaan septic tank mandiri untuk mendukung status Open Defecation Free (ODF).

Di bidang kesehatan, tercatat 17 kasus stunting yang saat ini ditangani melalui kolaborasi dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan. Sementara itu, program “Kebon Kalapa Lancar” menghadirkan fasilitas Wi-Fi gratis di tingkat RT/RW guna mendorong digitalisasi masyarakat.

Camat Bogor Tengah, Dheri Wiriadirama, mengapresiasi keterbukaan Kelurahan Kebon Kalapa dalam menyampaikan program dan capaian. Ia menegaskan seluruh kebijakan tetap berada dalam koordinasi dengan kecamatan serta arahan Wali Kota Bogor.

“Fokus kami memastikan pelayanan publik berjalan optimal, termasuk program RTLH dan penurunan angka pengangguran tepat sasaran,” tegasnya.

Terkait penataan rumah tidak layak huni, Supyawan menyebut masih ada sekitar 77 unit yang dalam proses penyelesaian. Ia berharap partisipasi warga dalam membayar pajak dapat mempercepat pembangunan di wilayah tersebut.

Fakta Singkat Kebon Kalapa:

Pusat ekonomi dengan keberadaan Pusat Grosir Bogor (PGB)

Potensi wisata kampung tematik di bantaran Sungai Cisadane

Didukung 10 RW dan 40 RT serta infrastruktur Jembatan Ledeng

Sistem keamanan berbasis kolaborasi Babinsa dan Bhabinkamtibmas

Dengan potensi besar dan tantangan yang nyata, Kebon Kalapa kini dipacu menjadi episentrum ekonomi Bogor tanpa mengabaikan aspek mitigasi bencana.

Editor Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses